Kendala Cuaca Pengaruhi Pemulihan Listrik di Kawasan Longsor Cianjur

BANDUNG  – PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat (Jabar) menyatakan upaya pemulihan kelistrikan dan bantuan PLN Jabar ke lokasi tanah longsor di Kecamatan Leles Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih terhalang material tanah longsor dan cuaca buruk.

General Manajer PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Agung Nugraha, Sabtu, mengatakan hingga pukul 08.12 WIB pihaknya sudah menyiapkan 12 tim yang terdiri dari 57 orang dan 12 kendaraan operasional, dan dari 124 gardu yang terdampak baru 34 yang berhasil dioperasikan kembali karena masih terhalang tanah longsor dan hujan deras masih mengguyur lokasi.

Agung mengatakan ada 90 gardu yang masih belum dioperasikan kembali namun tim PLN Jabar sudah siap siaga melakukan recovery ketika medan menuju lokasi sudah bisa dilewati.

“Karena untuk saat ini masih sulit, tertutup tanah longsor dan masih hujan terus, bahkan Tim YBM PLN, masih kesulitan mengantarkan bantuan ke lokasi,” kata Agung Nugraha.

Pihaknya menyampaikan beberapa wilayah terdampak saat ini yang gardunya belum dioperasikan yakni Kecamatan Leles meliputi Sukasirna, Sukamulya, Purabaya, Sukajaya, Padangsari, Pusakasari, Karyamukti, Nagasari, Sinangsari, Kecamatan Agrabinta meliputi Neglasari, Bunisari, Mulyasari, Tanjungsari, Wanasari dan Kecamatan Sindangbarang meliputi Jatisari, Kertasari.

Banjir bandang menerjang lima desa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan ketinggian air mencapai duameter atau setinggi atap rumah warga.

Total ada lima desa yang terkena banjir bandang di tiga kecamatan, di antaranya Desa Muara Cikadu Kecamatan Sindangbarang dan Desa Karangsari Agrabinta dan wilayah yang terdampak paling besar ada di Kampung Cibolang, Desa Pusakasari, Kecamatan Leles.

Banjir bandang terjadi pada Jumat (2/10) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Luapan air Sungai Cisokan akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa jam menjadi penyebab banjir tersebut. (Ant)

Lihat juga...