Kesegaran Es Lilin Aneka Rasa, Enak dan Murah Meriah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Bagi generasi 80-an ke bawah, pasti tidak asing dengan es lilin. Es ini dahulu begitu populer, bahkan masyarakat sampai antri untuk membelinya. Meski kini cerita manis tersebut mulai pudar, namun cita rasa es lilin tetap manis untuk dicoba.

“Dulu sekali es lilin hanya memiliki rasa kelapa muda dan kacang hijau, dengan santan sebagai bahan utamanya, sekarang ini es lilin sudah punya banyak varian rasa dengan ditambahkan macam-macam sari buah,” papar penjual es lilin, Joko, saat Cendana News temui di sela berjualan di kawasan Tembalang, Semarang, Sabtu (31/10/2020).

Varian rasa tersebut mulai dari anggur, mangga, nangka, stroberi, jambu, vanila, kelapa muda, ketan hitam, hingga durian.

“Untuk membuat es lilin cukup mudah. Santan dimasak bersama tepung es, gula, dan sari buah-buahan. Setelah matang dan bercampur, adonan kemudian dicetak, diberi kayu tusuk dan didinginkan,” terangnya.

Dipaparkan, seluruh es lilin tersebut masih dibuat dengan cara tradisional, meski demikian cita rasanya tetap enak. Tidak kalah dibandingkan dengan rasa es krim modern. Namun jika dibandingkan dari segi tekstur, es krim modern terasa lebih lembut.

Soal harga, tentu es lilin relatif lebih murah, dengan Rp2 ribu sudah bisa mendapatkan sepotong es lilin.

“Kalau pas ramai pembeli, biasanya bisa habis semua dagangan saya. Sekali bawa sekitar 200 potong, dengan aneka macam rasa, namun karena sekarang sudah mulai musim hujan, jadi mulai sepi,” paparnya.

Joko mengaku jika laku semua, dirinya bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp140 ribu, jika kurang dari jumlah tersebut, tentu saja pendapatannya juga turut menyusut.

Menggunakan sepeda tua miliknya, pria asal Purwodadi Jateng tersebut, berkeliling dari satu wilayah ke wilayah lain. Mulai dari Tembalang, Ngesrep, hingga Banyumanik.

“Harapannya biarpun sudah mulai musim penghujan, mudah-mudahan penggemar es lilin tetap banyak, sehingga dagangan bisa tetap laku terjual,” terangnya.

Sementara, salah seorang pembeli, Arifin, mengaku menjadi penggemar es lilin. Menurutnya, rasa yang khas, menjadi daya tarik tersendiri. “Berbeda dengan es krim modern, yang dibuat dari susu, cita rasa es lilin lebih ke rasa santan. Selain itu juga agak keras, jadi malah tidak mudah meleleh,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, harga yang relatif murah Rp 2 ribu rupiah, dirinya bisa memilih banyak varian rasa untuk dicoba. “Biasanya sekali beli langsung lima atau 10 potong, selain dimakan sendiri juga dibagi ke teman-teman kalau pas main ke rumah, atau dikasih ke adik,” jelas siswa salah satu SMA di Kota Semarang tersebut.

Lihat juga...