Keseruan Wisata Petik di Agrowisata Purwosari Semarang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Raut kebahagiaan terpancar dari wajah Deni Okta Kurniawan, tak kala panen buah jambu kristal di Agrowisata Purwosari, Mijen, Semarang, Minggu (25/10/2020).

Kepala UPTD Kebun Dinas Dispertan Kota Semarang, Juli Kurniawan, saat ditemui di Agrowisata Purwosari, Mijen, Semarang, Minggu (25/10/2020). Foto Arixc Ardana

“Serasa milik sendiri, bisa memetik buah langsung dari pohonnya. Tadinya berharap juga bisa petik buah kelengkeng, namun ternyata belum musim. Jadi tadi petik buah jambu kristal dan markisa,” papar wisatawan asal Klipang Semarang tersebut, saat dijumpai di agrowisata tersebut.

Menurutnya, tempat wisata tersebut cocok untuk menikmati waktu bersama keluarga. Terlebih, anak juga bisa belajar tentang lingkungan.

“Saya kesini bersama anak dan istri. Anak saya tadi juga bisa sekalian belajar mengenal macam-macam buah, yang selama ini hanya bisa dilihat dari buku atau internet. Disini bisa belajar langsung,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Maria. Bersama rombongannya, dari komunitas Wanita Katolik RI (WKRI) Semarang, mereka berkesempatan wisata sembari panen sayur hidroponik berupa sawi sendok, dan petik buah jambu kristal.

“Menariknya lagi, tidak hanya petik buah atau panen sayur, kita juga mendapat materi tentang pertanian hidroponik, jadi bisa tambah ilmu, yang mudah-mudahan bisa diterapkan di rumah masing-masing,” paparnya.

Dipaparkan, ada keseruan tersendiri ketika bisa panen raya bersama teman-teman atau kolega. “Ya seru, nanti sampai dirumah sayur yang kita panen juga bisa langsung dimasak, demikian juga buah jambunya bisa langsung dimakan. Pokoknya seru dan menyenangkan,” terangnya.

Sementara, Kepala UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang, Juli Kurniawan, sebagai pengelola Agrowisata Purwosari Semarang, pihaknya ingin menawarkan alternatif pilihan kepada masyarakat, berupa wisata petik buah dan sayur.

“Kalau di Malang, kita mengenal wisata petik apel, harapannya di Kota Semarang, juga muncul wisata petik buah dan sayur di sejumlah agrowisata yang dikelola Pemkot Semarang, dibawah naungan Dinas Pertanian. Kalau jenis buah atau sayur, menyesuaikan dengan musim,” paparnya.

Untuk buah, saat ini baru musim jambu kristal, sementara pada November- Desember 2020, berupa buah kelengkeng. Sementara, pada Januari 2021, berupa panen durian.

Dipaparkan, untuk di Agrowisata Purwosari dengan luas 5,5 hektar, ada aneka jenis tanaman buah yang ditanam, mulai dari markisa, kelengkeng, durian, jambu kristal, jeruk, jambu citra, jambu jamaika hingga sirsak.

“Sementara untuk sayur juga bermacam-macam, seperti kangkung, selada merah, selada putih, sawi sendok. Semuanya ditanam dengan model hidroponik, di greenhouse yang ada di Agrowisata Purwosari,” terangnya.

Masyarakat yang ingin berwisata juga bisa langsung datang berkunjung. Pihaknya tidak menerapkan tiket masuk, hanya akan menghitung harga dari berat buah yang dipetik atau jumlah sayur.

“Paket petik sendiri jambu kristal Rp20 ribu per kilogram, sementara panen sayur Rp10 ribu untuk dua ikat sayuran yang dipanen,” tambahnya.

Tidak hanya wisata petik buah, apabila ada pengunjung menghendaki pelatihan tanam-menanam, pihaknya juga membuka pelatihan di Agrowisata Purwosari. Mereka hanya dikenai biaya, untuk mengganti bahan-bahan yang digunakan untuk pelatihan.

Di satu sisi, di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung, pihaknya juga mewajibkan pengunjung untuk melakukan reservasi terlebih dulu, jika akan datang dalam rombongan.

“Silahkan reservasi terlebih dahulu melalui kontak, yang tertera di media sosial facebook maupun instagram Dinas Pertanian Kota Semarang. Hal ini, untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan pengunjung,” paparnya.

Dijelaskan dalam satu rombongan maksimal 20 orang, namun jika lebih, pihaknya akan membagi rombongan tersebut dalam beberapa kebun.

“Misalnya yang datang 40 orang. Nanti kita atur, misalnya rombongan pertama berjumlah 20 orang di kebun buah, sementara rombongan kedua di green house. Selain itu, mereka yang berkunjung ke Agrowisata Purwosari juga wajib memakai masker. Mereka juga kita cek suhu badannya, sebelum masuk ke area,” tandas Juli.

Tak hanya di Agrowisata Purwosari, Pemkot Semarang juga membuka Agrowisata Cepoko, Kecamatan Gunungpati, dengan komoditi unggulan jambu kristal. Serta, agrowisata terbaru, di Wates, Kecamatan Ngaliyan, dengan komoditi unggulan kelengkeng.

“Untuk kebun yang di Wates, kita juga akan perdana reservasi petik buah, karena sudah produksi. Disana, jenisnya kelengkeng new kristal, rasanya manis. Jadi layak untuk dicoba,” pungkasnya.

Lihat juga...