Khawatir Banjir Susulan, Ratusan KK di Cianjur Masih Mengungsi

Warga di Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur,Jawa Barat, membersihkan teras masjid yang dipakai untuk mengungsi karena banjir setinggi 745 sentimeter akibat meluapnya Sungai Ciwaduk yang membetang di wilayah tersebut, Senin (26/10/2020) – Foto Ant

CIANJUR – Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat, hingga Senin (26/10/2020), masih mengungsi. Mereka berada di tempat yang dinilai aman, karena khawatir banjir susulan.

Ratusan rumah di daerah itu terendam banjir akibat hujan deras yang turun hingga lima jam lamanya. Dampaknya, Sungai Ciwaduk yang membentang di wilayah tersebut airnya meluap. Sekretaris Badan Penanghulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Irfan Sopyan mengatakan, sekira 156 KK masih mengungsi. Ketinggian air di lokasi banjir masih 75 sentimeter. Air masih mengenangi perkampungan warga hingga Senin (26/10/2020) sore.

Ditakutkan, banjir susulan masih akan kembali terjadi. “Data sementara akibat meluapnya Sungai Ciwaduk, membuat 400 rumah warga terendam, hingga Senin sore 156 KK masih bertahan di pengungsian, karena takut banjir susulan kembali terjadi seiring hujan yang kembali turun deras dengan intensitas sedang,” katanya, Senin (26/10/2020) petang.

Sebagian besar warga bertahan di lokasi pengungsian yang dinilai aman dari jangkauan air. Umumnya yang mengungsi adalah, kaum wanita dan anak-anak. Sedangkan kaum pria, sudah mulai kembali ke rumah untuk menyelamatkan barang berharga dari genangan air dan membawa kebutuhan keluarga selama berada di pengungsian.

Hingga saat ini, BPBD Cianjur masih melakukan pendataan, terkait rumah yang rusak akibat banjir. Termasuk mendata kebutuhan warga di pengungsian. Kendati demikian, hingga Senin (26/10/2020), BPBD Cianjur masih belum mendirikan posko darurat untuk warga yang mengungsi. “Untuk pendataan petugas BPBD Cianjur, dibantu Relawan Tangung Bencana (Retana) di Kecamatan Sindangbarang, bahkan Retana kami siagakan untuk mengimbau warga kembali ke pengungsian, jika hujan kembali turun lebat dan air sungai kembali naik,” jelasnya.

Meski belum mendirikan posko bantuan, BPBD segera berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk melakukan mengirim bantuan logistik bagi pengungsi yang membutuhkan selain bahan pokok dan pakaian. “Kami akan segera mengirim bantuan karena ditakutkan hujan kembali turun dan banjir kembali mengenangi perkampungan,” katanya.

Mengenai kondisi jalan antar desa dan jalan kabupaten yang sempat tertutup banjir, menjelang siang pada Senin (26/10/2020), sudah dapat dilalui secara normal. Air yang sempat mengenangi landasan jalan setinggi 4 sentimeter, dan air sudah mulai surut dan pengendara sudah dapat melintas. (Ant)

Lihat juga...