KKP Amankan Dua Kapal Filipina Diduga Pelaku ‘Illegal Fishing’

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menangkap dua kapal Filipina pelaku illegal-fishing di wilayah perairan laut Indonesia, bersama 21 awaknya di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 717 Samudra Pasifik.

“Penangkapan dua kapal Filipina bernomor lambung VMC-188 dan LB VIENT-21, hasil operasi Kapal Pengawas Orca 04 beberapa hari lalu di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 Samudra Pasifik,” ujar Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan dalam konferensi pers secara daring dari Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Dikatakan, dari hasil penangkapan tersebut ,satu kapal ukuran besar 105,90 GT menggunakan alat purse seine dan satu lagi ukuran 20,62 GT, jenis kapal lampu.

Penangkapan kapal asing di perairan Samudra Pasifik merupakan pertama kalinya sejak Menteri Edhy menjabat. Menurutnya, hal tersebut menjadi penanda modus operadi dan pergerakan kapal illegal-fishing sangat dinamis.

Menteri KKP, Edhy Prabowo, Selasa (6/10/2020). –Foto: M Amin

“Kita jaga di Laut Sulawesi, mereka bergerak ke arah Samudra Pasifik. Alhamdulillahnya, pergerakan ini terdeteksi dengan baik oleh aparat kami dari Ditjen PSDKP. Kesigapan tim di lapangan patut diapresiasi. Di masa pandemi, pencurian tetap berlangsung,” ujarnya.

Diakuinya, meski KKP mengalami keterbatasan armada kapal pengawas, ia memastikan pengawasan tetap dilakukan semaksimal mungkin.

“Dengan adanya penangkapan ini, ke depan kita akan makin intensifkan di wilayah perairan lainnya, termasuk WPP 718, Laut Arafura,” tegasnya.

Diketahui, setahun kepemimpinan Menteri Edhy, KKP melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berhasil menangkap 74 kapal illegal-fishing.

Dari jumlah itu, 56 di antaranya merupakan kapal ikan asing, sisanya kapal ikan Indonesia.

Kapal-kapal ikan berbendera asing yang berhasil ditangkap terdiri dari 27 KIA Vietnam, 16 Filipina, 13 Malaysia, dan 1 Taiwan. Rentetan penangkapan ini berkat kegigihan tim patroli didukung oleh teknologi, serta koordinasi dengan instansi lainnya, seperti Polairud, Bakamla, dan TNI AL.

“KKP tetap dan akan selalu serius menjaga kedaulatan pengelolaan perikanan Indonesia. Tidak ada ruang bagi para pencuri ikan di laut kita,” tegasnya.

Sebagai informasi, dari seluruh kapal illegal-fishing yang berhasil ditangkap, saat ini 17 di antaranya telah diputus pengadilan (inkracht); satu kapal ditengggelamkan karena berusaha kabur saat ditangkap, 15 kapal diberikan sanksi administrasi, dan sisanya masih menjalani proses hukum di kejaksaan dan persidangan.

Lihat juga...