KKP Kembangkan Model Tambak Udang Berkelanjutan di Cianjur

Editor: Makmun Hidayat

CIANJUR — Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengatakan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) mengembangkan model klaster tambak udang berkelanjutan di Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat. 

Program tersebut pendukung pencapaian target peningkatan nilai ekspor udang nasional sebesar 250 persen hingga tahun 2024 untuk dapat mengoptimalkan perikanan budidaya, khususnya untuk komoditas udang sebagai produk ekspor dengan nilai terbesar.

Dikatakan KKP telah menetapkan lima lokasi percontohan model klaster kawasan tambak udang berkelanjutan di masyarakat yakni di Kabupaten Aceh Timur – Aceh, Lampung Selatan – Lampung, Cianjur – Jawa Barat, Sukamara – Kalimantan Tengah dan Buol di Sulawesi Tengah.

“Khusus untuk Kabupaten Cianjur, Kami melakukan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dapat memanfaatkan lahan Perhutani yang dikerjasamakan dengan masyarakat penggarap,” tukasnya melalui rilis yang diterima Cendana News, Rabu (21/10/2020).

Sebagai tahap awal, pembangunan dilakukan pada lahan percontohan seluas 5 Ha dengan harapan agar dapat menjadi model contoh untuk dapat direplikasi oleh masyarakat Cianjur.

Dia berharap untuk potensi tambak udang di Cianjur dapat digarap secara optimal. Terkait masalah permodalan, KKP siap untuk memfasilitasi pinjaman modal melalui BLULPMUKP yang memiliki bunga ringan sekitar 3%.

“Selain itu akan kita tarik minat investor untuk dapat bekerjasama dengan masyarakat sekitar atau dapat juga melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” tegas Slamet.

Implementasi program model percontohan tambak udang berkelanjutan di Kabupaten Cianjur juga bertujuan untuk menyeimbangkan kesejahteraan masyarakat pantai utara dengan pantai selatan Jawa.

Untuk itu diperlukan dukungan dan komitmen dari daerah untuk dapat menjaga bersama tambak udang yang akan dibangun sebagai cikal bakal tambak udang di pantai selatan Jawa pada umumnya.

“Terkait dukungan teknis, KKP siap memberikan pelatihan dan pembinaan melalui penyuluh perikanan maupun Unit Pelaksana Teknis agar pengelolaan tambak udang dapat dijalankan secara berkelanjutan” pungkas Slamet.

Sementara itu Pjs. Bupati Cianjur, Dudi Sudrajat yang turut hadir dan menandatangani MoU dalam rapat kerja kali ini menyampaikan bahwa potensi pengembangan tambak di kabupaten Cianjur masih cukup besar namun belum optimal karena karakteristik usaha tambak udang membutuhkan modal yang cukup besar.

Menurut data, usaha sektor perikanan di Kabupaten Cianjur telah memberikan kontribusi yang cukup besar dari sisi volume produksi tahun 2019 dengan hasil produksi mencapai 138.200 ton.

Lihat juga...