KKP Prioritaskan Rencana Zonasi Pulau Letti dan Kisar

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Kelautan dban Perikanan (KKP) memprioritaskan penyusunan  dokumen Rencana Zonasi (RZ) Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT) Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) Pulau Letti dan Pulau Kisar di Maluku, guna mendukung pertahanan keamanan, daerah penangkapan dan kawasan pariwisata bahari unggulan di bagian Timur Indonesia.

“PPKT mempunyai peran strategis karena memiliki titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional serta peran strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb Haeru Rahayu, berdasar rilis yang diterima Cendana News, Jumat (16/10/2020).

Sekretaris Ditjen PRL, Hendra Yusran Siry, menambahkan bahwa di PPKT juga terdapat potensi sumber daya alam hayati dan non-hayati dan jasa-jasa lingkungan yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan ekonomi.

Sesuai amanat PP Nomor 62 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil Terluar dinyatakan bahwa PPKT dapat dimanfaatkan pemerintah bersama-sama pemerintah daerah berdasarkan suatu rencana zonasi yang ditetapkan dalam bentuk Peraturan Menteri.

“Bentuk pemanfaatan PPKT dapat berupa kegiatan yang berkaitan dengan upaya memanfaatkan potensi sumberdaya PPKT dan perairan di sekitarnya sampai paling jauh 12 mil laut diukur dari garis pantai pada surut terendah,” jelas Hendra.

Menurutnya, penyusunan RZ KSNT PPKT Pulau Letti dan Pulau Kisar dapat menjadi acuan pelaksanaan agenda aksi pembangunan melalui identifikasi strategi dan kebijakan, penentuan indikasi program dan penguatan implementasi program antar instansi serta stakeholder terkait sehingga sinergitas pengembangan PPKT sebagai garda terdepan negara optimalisasi pemanfaatan sumber dayanya dapat tercapai.

“Saya berharap RZ KSNT Pulau Letti dan Pulau Kisar dapat menjadi komplemen bagi kegiatan pengelolaan ruang laut lainnya,” ujarnya.

Direktur Perencanaan Ruang Laut Suharyanto menyampaikan sesuai UU Nomor 32/2014, pemerintah diamanatkan untuk menyusun rencana zonasi ruang perairan di sekitar PPKT yang jumlahnya 111, di antaranya adalah Pulau Letti dan Pulau Kisar.

“Pulau Letti dan Pulau Kisar merupakan dua pulau kecil terluar di Kabupaten Kepulauan Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Sesuai PP Nomor 62/2010 termasuk dalam KSNT yang perlu mendapat perhatian dari kebijakan nasional kita, yaitu dari aspek kedaulatan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Suharyanto.

Sebagai langkah awal penyusunan RZ KSNT, Suharyanto menekankan perlu dilakukan identifikasi kondisi biofisik perairan dan daratan serta status sumberdaya laut dan pesisir di kedua pulau terluar ini, sekaligus pengumpulan informasi terkait isu-isu sektoral dan rencana pemanfaatan ruang laut dari berbagai pemangku kepentingan sebagai dasar dalam memformulasikan rencana zonasi untuk 20 tahun ke depan.

“Kita bisa kawal bersama-sama penyusunannya, sehingga RZ KSNT yang ditetapkan sudah merupakan hasil formulasi kebijakan dengan memperhatikan hal-hal yang bersifat kompleks dan penuh dinamika,” tandasnya.

Lihat juga...