Klanting Pedas, Jajanan Khas Banyumas Tanpa Pengawet

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Pedas berbaur manis itulah rasa klanting, camilan berbahan baku singkong yang dijual Florentina Haswari Mintarsih (58) warga Gg Cemara III/Nomor 139, Perum Teluk, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Klanting yang dikemas dengan nama Kletikan Ndeso ini sudah dijual secara online atau dalam jaringan hingga Palembang, Jakarta, Tangerang, Cirebon, Muntilan, dan Yogyakarta.

“Rasa pedas-manisnya alami dari gula merah dan cabai asli. Bukan perasa buatan dari bahan kimia dan bebas bahan pengawet,” kata Haswari saat ditemui di rumahnya di Purwokerto Selatan, Sabtu (10/10/2020).

Haswari membuat dan mengemas klanting dengan varian rasa pedas-manis dan orisinal ini dibantu Ignatius Mardiyanto (60), suaminya. Pasutri yang dulu bekerja sebagai guru di SMA swasta di Banyumas ini mengisi hari tuanya dengan berjualan klanting. “Klanting beli di Pasar Wage. Per bulan rata-rata beli 1-2 bal. Per bal beratnya 5 kilogram,” tuturnya.

Dari 1 bal klanting dengan bobot 5 kilogram, klanting bisa dibungkus menjadi 20 bungkus berukuran masing-masing 250 gram. “Harga klanting pedas-manis ini Rp 18.000 per bungkus dan yang rasa orisinal Rp 14.000 per bungkus,” kata Haswari yang telah berjualan klanting sejak Juli 2020.

Untuk membuat klanting pedas-manis, Haswari menyiapkan bumbu berupa 9 buah cabai rawit merah, gula merah 1,5 ons, dan garam secukupnya.

Takaran itu diterapkan untuk 0,5 kilogram klanting. “Bumbu dimasak dengan air secukupnya hingga kental. Proses membuat bumbu sekitar 20 menit sambil diaduk. Lalu klanting dimasukkan ke dalam bumbu dan aduk hingga bumbu pedas-manis merata,” papar Haswari.

Setelah itu, lanjut Haswari, klanting diangin-anginkan sejenak sekitar 10 menit lalu dibungkus ke dalam plastik, ditimbang, serta direkatkan dengan mesin sealer. Klanting ini tanpa bahan pengawet dan bisa tahan hingga sebulan.

Selain dijual dalam jaringan, klanting dengan nama @Kletikan.ndeso ini juga dijual di dalam kota Purwokerto secara konvensional, COD, serta pada beberapa tempat penjualan oleh-oleh khas Banyumas di Jalan Pramuka, Purwokerto dan juga di warung makan di Grendeng, Purwokerto Utara.

“Setelah tidak mengajar lagi sebagai guru sejak Juli 2020, saya berjualan klanting,” kata Haswari yang dulu menjadi guru bimbingan konseling dan mengetik.

Nama @Kletikan.ndeso sekaligus nama akun Instagramnya merupakan nama usaha penjualan aneka camilan desa, dan bekerja sama dengan saudara Haswari yang tinggal di Yogyakarta. Selain menjual klanting, @Kletikan.ndeso ini menjual kacang telur, cantir, slondok, pisang ngeroll, londo-londo, serta wedang uwuh.

Salah satu pelanggan klanting ndeso super pedas ini, Eviyanti, mengatakan, sebagai camilan, klanting tersebut sangat enak, gurih serta ada beberapa varian rasa. Kemasannya juga mudah dibawa ke mana-mana, karena plastiknya bisa direkatkan.

“Saya penggemar makanan tradisional dan klanting ndeso ini benar-benar rasanya ndeso, gurih-pedas ala ndeso yang tanpa bumbu pengawet,” katanya yang mengaku dalam seminggu biasa memesan sampai 3-4 bungkus.

Lihat juga...