Klaster Ponpes Penyumbang Tertinggi Angka Covid-19 di Jateng

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, -Dok: CDN

SEMARANG – Klaster pondok pesantren (ponpes), menjadi penyumbang tertinggi angka positif Covid-19 di Jawa Tengah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, penyebaran pandemi tersebut di sejumlah ponpes di Kebumen, Cilacap dan Banyumas, lebih dari 400 kasus.

Angka tersebut di antaranya disumbang dari Kabupaten Banyumas, berdasarkan data laporan ada 328 yang dinyatakan positif, kemudian Cilacap 25 kasus. Sementara di Kebumen, tercatat 76 kasus dengan klaster ponpes.

“Klaster ponpes memang menjadi penyumbang cukup besar kasus baru Covid-19 di Jateng. Meski sebagian sudah ada yang dinyatakan sembuh, namun sebagian lainnya masih dirawat di rumah sakit, serta isolasi di beberapa lokasi,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, usai rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 Jateng, di kantor Gubernuran Jateng, Semarang, Senin (5/10/2020).

Dipastikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan setempat dalam proses perawatan, hingga penelusuran kontak erat kasus positif.

“Langkah-langkah tindakan untuk penyembuhan, atau pun tracing sudah dilakukan. Kita juga lakukan isolasi bagi mereka yang tanpa gejala,” terangnya.

Dijelaskan, meski klaster ponpes menjadi penyumbang tertinggi, namun pihaknya juga tidak mengabaikan munculnya klater penularan yang lain. Misalnya kluster keluarga, hingga perkantoran atau industri.

“Kita minta dukungan bersama-sama dari masyarakat untuk tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, agar tidak muncul klaster baru atau meluasnya klaster yang sudah ada,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, bahwa dari 557 kasus baru yang muncul pada Senin (5/10/2020), 80 persen adalah sumbangan dari sejumlah klaster. Mulai dari ponpes, keluarga, industri hingga perkantoran.

“Kita sudah lakukan pemetaan dan mitigasi terhadap penanganan itu. Termasuk, menggandeng sejumlah instansi dan komunitas, agar klaster-klaster tersebut bisa segera selesai. Tidak terus melebar dan makin bertambah,” jelasnya.

Pihaknya juga tengah melakukan pendampingan secara khusus. Termasuk untuk ponpes, Wakil Gubernur Taj Yasin mendapat tugas tersebut.

“Gus Yasin sudah sering keliling ke pondok-pondok dan melakukan pendampingan. Selain itu, edukasi juga penting, agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif pada masyarakat yang positif Covid-19 itu,” tambah Ganjar.

Pihaknya juga kembali meminta agar masyarakat terus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Termasuk upaya edukasi dan penegakan hukum juga akan terus dilakukan, agar mata rantai penyebaran Covid-19 bisa segera ditangani.

Lihat juga...