KNEKS Dorong Pelaku Wujudkan Kawasan Industri Halal di Indonesia

Editor: Koko Triarko

Direktur Industri Produk Halal KNEKS, Afdhal Aliasar, pada diskusi webinar 'Pengembangan Industri Halal' di Jakarta, Rabu (7/10/2020). -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), mendorong Indonesia menjadi produsen halal dunia yang menjadi bagian value chain yang utuh, dengan diwujudkan membangun kawasan industri halal.

Direktur Industri Produk Halal KNEKS, Afdhal Aliasar, mengatakan, era pandemi Covid-19 membuat kita lebih konsen kepada kesehatan dan produk-produk yang baik untuk dikonsumsi, salah satunya produk yang bersertifikasi halal atau produk halal.

Tren ini, menurutnya menjadi hal yang sangat unik, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Dan, tentu kata dia, pascaCovid-19 nanti ketahanan pangan ekonomi suatu negara, dalam hal ini produk halal menjadi suatu hal yang banyak dicari oleh konsumen.

Karena itu, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia dengan peluang dan potensi yang dimiliki, harus bisa memanfaatkan hal ini.

“Indonesia harus muncul dan maju sebagai negara produsen produk halal dunia,” ujar Afdhal, pada diskusi webinar ‘Pengembangan Industri Halal’ di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Selama ini, menurutnya Indonesia hanya menjadi pasar produk halal, di mana masyarakatnya banyak mengkonsumsi produk tersebut. Tetapi, kemampuan kita untuk menciptakan produk yang berkualitas kepada konsumen dan mengekspor produk halal ke luar negeri.

“Itu mungkin kita kalah, karena banyak negara lain yang lebih unggul,” tukasnya.

Maka itu, tambah dia, KNEKS mendorong para pelaku industri di Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan kawasan industri halal di Indonesia.

“Kawasan industri halal tidak akan bisa bekerja sendiri, dia akan menjadi bagian dari value chain yang utuh dari mulai rantai produksi hingga konsumen,” ujarnya.

Afdhal berharap, ke depan Indonesia menjadi produsen dari produk halal yang bisa memenuhi kebutuhan di dalam negeri, bahkan bisa bersaing di dunia internasional.

“Kita ingin dunia internasional melihat negara Indonesia  sebagai produsen utama, dan halal sebagai suatu hal yang value chain dan sustainable dari ekonomi nasional,” urainya.

Sehingga, tambah dia, perjuangan kita untuk membangun ekonomi syariah di Indonesia akan makin bisa bersaing memberikan nilai tambah bagi masyarakat, pelaku industri halal dan produsen.

Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito, menambahkan, kawasan industri halal adalah upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah, lapangan pekerjaan dan investasi di sektor riil serta industrilisasi.

“Dan, industri halal Indonesia berpotensi menjadi basis produksi halal bagi negara-negara di Asia dan Timur Tengah,” ujarnya.

Sedangkan untuk pasar domestik, sebut dia, perlu ada peningkatan konsumsi dari kebutuhan produk halal, di mana belum diimbangi dengan jumlah produksinya.

Kementerian Perindustrian sebagai anggota KNEKS, menurutnya terus berupaya menyelesaikan berbagai kendala dan hambatan dalam mewujudkan program strategis nasional di bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Lihat juga...