Kondisi Pandemi Sulitkan Anggota Modal Kita Membayar Angsuran

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Pandemi covid-19 yang berlangsung sejak Maret lalu, memberikan dampak pada perekonomian sebagian besar anggota Modal Kita di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang, kota Malang. Kondisi tersebut menyebabkan mereka tidak lagi bisa membayar angsuran pinjaman modal usaha yang diberikan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri.

Bendahara Modal Kita kelompok mawar, Tatik Yuliati (52) menyebutkan, dari total anggotanya yang berjumlah sekitar 130 orang, lebih dari separuh anggota yang menunggak.

“Selama pandemi banyak sekali yang menunggak, sekitar separuh lebih dari jumlah total anggota Modal Kita kelompok Mawar. Padahal sebelum pandemi angsuran masih lancar, tapi kira-kira mulai bulan April-Juni hampir semua macet pembayaran angsurannya,” ujarnya kepada Cendana News saat ditemui di rumahnya, Kamis (8/10/2020).

Dikatakan Tatik, dari pengurus kelompok dan dari pihak koperasi sendiri sebenarnya ingin para anggota yang mendapatkan pinjaman tetap membayar angsuran, tapi kondisi saat ini memang serba sulit. Untuk makan saja, mereka masih susah, apalagi untuk membayar angsuran.

“Jadi untuk mengambil jalan tengahnya, anggota tetap diminta untuk mengangsur semampunya, meskipun sedikit demi sedikit. Alhamdulillah, setelah lebaran kondisinya berangsur normal, sudah mulai banyak lagi anggotanya yang mengangsur,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Unit Modal Kita KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Sufi Chusnianingsih, mengatakan, hampir setiap kelompoknya pasti ada yang menunggak, apalagi yang sudah mengajukan pinjaman kedua atau ketiga. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, berdasarkan usulan dari Yayasan Damandiri, dari pihak koperasi kemudian membuat kebijakan penjadwalan ulang (reschedule) pembayaran angsuran selama satu tahun kedepan guna meringankan beban angsuran para anggota Modal Kita.

“Jadi misal sisa pinjamannya 1 juta, kita buat jangka waktu pembayaran angsurannya selama satu tahun lagi. Tujuannya supaya angsuran per bulannya tidak banyak dan lebih sedikit jumlahnya sehingga lebih ringan untuk anggota dan bisa disiplin mengangsur kembali. Sedangkan untuk bunganya tetap juga harus dibayar seperti pinjaman baru lagi,” tandasnya.

Mudah-mudahan meskipun jangka waktu pembayaran angsurannya lebih lama lagi, tapi per bulannya menjadi lebih ringan.

“Semoga dengan kendala-kendala yang dialami oleh anggota selama pandemi, karena sekarang angsurannya lebih ringan, mereka bisa membayar,” pungkasnya.

Lihat juga...