Koperasi Damandiri Samiran Sasar Nasabah Desa Tetangga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOYOLALI – Masih minimnya serapan dana pinjaman modal usaha Unit Tabur Puja/Modal Kita selama 2019, membuat Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, berencana menyasar nasabah ke sejumlah desa tetangga pada tahun 2020 ini.

Hal itu dilakukan agar jumlah nasabah kelompok simpan pinjam bisa semakin meningkat, yang pada akhirnya juga mampu meningkatkan jumlah serapan dana pinjaman modal usaha Unit Tabur Puja/Modal Kita.

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, mengatakan, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran mendapatkan gelontoran dana modal usaha dari Yayasan Damandiri hingga mencapai Rp3 miliar.

Namun hingga 2019 dana tersebut hanya mampu terserap sebesar Rp1,4 miliar. Hal itu dikarenakan jumlah anggota koperasi yang masih cukup kecil, yakni sebanyak 400 orang yang tersebar di 7 kelompok.

“Karena itu kita terus berupaya meningkatkan jumlah anggota. Hingga September 2020 ini, jumlah anggota telah meningkat mencapai 860 nasabah. Ke depan kita akan menyasar ke desa lain. Sehingga diharapkan serapan dana bisa meningkat,” katanya, belum lama ini.

Agar target serapan dana pinjaman bisa mencapai Rp 3 miliar, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, juga berencana meningkatkan jumlah plafon pinjaman dari semula di bawah Rp5 juta menjadi Rp 5-25 juta.

Plafon pinjaman dengan nominal lebih besar ini ditargetkan untuk pengembangan usaha kecil warga yang berasal dari kelompok keluarga sejahtera 2 dan 3.

“Kalau selama ini pinjaman modal usaha difokuskan untuk warga miskin atau kurang mampu (prasejahtera dan sejahtera 1) yang memiliki usaha mikro, maka ke depan akan mulai kita garap untuk pengembangan usaha kecil,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Direktorat Usaha Produktif, Unit Pertanian dan Industri Kreatif, Koperasi Sekunder KBSM (Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri) yang merupakan holding  Yayasan Damandiri, Lasworo Suyono, juga mendorong agar Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, bisa meningkatkan jumlah anggota maupun plafon pinjaman.

Perwakilan Direktorat Usaha Produktif, Unit Pertanian dan Industri Kreatif, Koperasi Sekunder KBSM (Koperasi Bangun Sejahtera Mandiri) yang merupakan holding Yayasan Damandiri, Lasworo Suyono, saat dijumpai Cendana News, beberapa waktu lalu – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Jika memang jumlah nasabah simpan pinjam di Desa Cerdas Mandiri Lestari Samiran sudah maksimal, maka koperasi boleh meluaskan target nasabah ke desa lain. Selama itu masih dalam jangkauan pihak pengelola. Seperti misalnya ke desa tetangga,” katanya.

Sebagaimana diketahui Yayasan Damandiri, melalui Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, memberikan bantuan akses pinjaman lunak untuk pengembangan usaha mikro kecil warga Desa Cerdas Mandiri Lestari, Samiran, Boyolali, Jawa Tengah.

Pinjaman ini diberikan untuk membantu warga yang selama ini tidak bisa mengakses modal usaha baik dari program-program pemerintah maupun perbankan. Dengan begitu diharapkan usaha warga bisa semakin berkembang, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.

Lihat juga...