Koperasi Sahabat Damandiri Samiran Tingkatkan Ekonomi Warga Desa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOYOLALI – Meskipun baru didirikan sejak 2017 lalu, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri dianggap telah mampu menjadi model atau percontohan bagi koperasi lainnya di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Hal itu tak lepas dari keberhasilan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, selama 3 tahun terakhir yang mampu memanfaatkan dan mengelola potensi wisata di sekitarnya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan seluruh warga desa.

“Koperasi Damandiri Samiran ini menjadi satu-satunya Koperasi Wisata di Kabupaten Boyolali. Bahkan secara umum menjadi satu-satunya koperasi yang aktif di Kecamatan Selo. Memang koperasi banyak. Di tiap desa ada. Tapi semuanya mati suri,” ujar Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Agus Handoyo, saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Tahun 2019 Koperasi Sahabat Damandiri Samiran, beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Agus Handoyo, saat dijumpai Cendana News, beberapa waktu lalu – Foto: Jatmika H Kusmargana

Agus mengatakan, Kecamatan Selo Boyolali sendiri sebenarnya memiliki potensi wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Khususnya di sektor agrowisata. Sayangnya, selama ini potensi itu belum banyak digali dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekitar. Tercatat hanya ada dua wadah agrowisata besar yang telah berkembang, yakni di kawasan Cepogo dan Selo.

“Di wilayah Selo ini, baru Koperasi Sahabat Damandiri yang mengembangkan sektor pariwisata dengan membangun homestay-homestay. Dan sekarang homestay-homestay kecil seperti ini mulai banyak tumbuh. Bahkan omzetnya hingga Rp40 juta per bulan. Memang sangat potensial, sehingga harus terus dikembangkan,” katanya.

Pemerintah melalui Dinkopnaker Boyolali sendiri dikatakan akan terus memberikan dukungan pada Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, agar bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik. Salah satunya dengan memberikan pembinaan maupun pelatihan terkait manajemen pengelolaan, keuangan, dan lain-lain.

“Adanya pandemi sekarang ini, membuat hampir semua anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19. Karena itu dari pemerintah saat ini hanya bisa memberikan pembinaan kelembagaan, manajemen akuntansi saja. Karena memang dari dinas anggarannya sangat terbatas,” katanya.

Meski begitu, secara umum Pemerintah Kabupaten Boyolali sendiri dikatakan sudah menyusun rencana besar untuk mengembangkan potensi pariwisata di kawasan Selo. Fokus utama yang dilakukan adalah dengan mengatasi persoalan dasar berupa kelangkaan atau sulitnya akses air khususnya saat musim kemarau.

“Mulai tahun depan, pemerintah berencana menjadikan Selo sebagai daerah kecamatan murah air. Bupati bahkan telah mengagendakan, agar air dari Kedung Kayang bisa sampai ke Selo. Ini menjadi bagian rencana pengembangan kawasan wisata di Selo yang merupakan agenda utama pemerintah dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Lihat juga...