KPHP Pesisir Selatan Bangun Wahana Wisata Nagari

Kepala KPHP Pesisir Selatan, Madrianto – Foto Ant

PAINAN – Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Pesisir Selatan, Dinas Kehutanan, Provinsi Sumatera Barat, membangun empat unit wahana wisata. Pembangunan dilakukan di dua nagari di kabupaten itu dalam tahun terakhir.

“Di Nagari Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang tepatnya di objek wisata Air Terjun Palano kami akan membangun wahana wisata sepeda gantung dan waterfall climbing, atau pendakian air terjun menggunakan tali,” kata Kepala KPHP Pesisir Selatan, Madrianto, Rabu (30/9/2020).

Kemudian Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir. Di lokasi tersebut dibangun wahana wisata berupa rumah pohon dan jembatan gantung. Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat melalui KPHP Pesisir Selatan mengalokasikan anggaran Rp375 juta, yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) 2020. “Lebih dari separuh DID Dinas Kehutan Sumatera Barat dialokasikan untuk mendukung kegiatan, hal tersebut merupakan bentuk komitmen kami dalam mengembangkan pariwisata di Pesisir Selatan,” imbuhnya.

Wahana di objek wisata tersebut selanjutnya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), di masing-masing nagari melalui unit usahanya. Dengan beroperasinya wahana wisata diyakini kunjungan wisata akan meningkat secara signifikan, sehingga dapat menambah pendapatan BUMNag sebagai pengelola.

Selanjutnya juga akan menumbuhkembangkan berbagai usaha yang dirintis secara swadaya oleh masyarakat setempat, seperti usaha kuliner, berbagai usaha sewa menyewa dan usaha lainnya. Dengan adanya wahana wisata, khusus di Lakitan Tengah pihaknya memprediksi kedatangan wisatawan per minggu paling sedikit mencapai 300 orang.


Dengan tiket masuk seharga Rp5.000, sudah termasuk asuransi, maka pendapatan dari penjualan karcis saja bisa mencapai Rp6 juta. Selanjutnya jika 480 wisatawan atau 40 persen dari total kunjungan per bulan menjajal sepeda gantung atau waterfall climbing, maka pendapatan akan semakin bertambah.

“Jika sewa wahana Rp10 ribu untuk sekali menjajalnya, maka per bulan dari kegiatan ini BUMNag akan meraih pendapatan Rp4,8 juta, sehingga jika ditotal seluruh pendapatan per bulan mencapai lebih kurang Rp10,8 juta,” ungkapnya.

Ke depan pihaknya akan terus memantau dan memberikan pendampingan terhadap pengelolaan dua objek wisata tersebut. Sekaligus membantu melengkapi sarana dan prasarana di lokasi. (Ant)

Lihat juga...