KPU Kota Semarang Segera Selesaikan DPSHP

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, memastikan segera menyusun dan menetapkan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) untuk Pilwakot 2020, seiring selesainya pelaksanaan uji publik terhadap daftar pemilih sementara (DPS).

“Tahapan uji publik DPS sudah berlangsung pada tanggal 19-28 September 2020. Kegiatan diawali dengan pemasangan DPS Pilwakot 2020 oleh PPS di masing-masing kelurahan. Masyarakat dan stakeholders lainnya, kemudian proaktif untuk melihat data DPS Pilwakot 2020. Jika ada elemen data yang kurang benar, mereka bisa melapor ke PPS,” papar Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, saat dihubungi, Jumat (2/10/2020).

Tidak hanya itu, masyarakat yang belum tercantum di DPS namun secara persyaratan memenuhi, seperti usia dan ber-KTP Kota Semarang, juga bisa melapor ke PPS.

“Uji publik ini bertujuan untuk menjaring masukan dan tanggapan masyarakat terhadap DPS,” lanjutnya.

Dari uji publik itu, didapat koreksi DPS untuk dilakukan penyempurnaan dan perbaikan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Hasil uji publik DPS ini, kemudian kita gunakan untuk penyusunan DPSHP, yang sudah berlangsung sejak Selasa (29/9/2020) hingga Sabtu (3/10/2020), dengan rekapitulasi dan penyampaian DPSHP oleh PPS ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK),” lanjut Henry.

Tahapan selanjutnya, berupa rekapitulasi dan penyampaian DPSHP ke PPK pada 4-6 Oktober 2020, rekapitulasi dan penyampaian DPSHP dari PPK ke KPU Kota Semarang (7 – 9 Oktober 2020), hingga penetapan DPSHP sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 9 – 16 Oktober 2020.

“Setelah DPT selesai, akan diserahkan ke PPS untuk diumumkan ke masyarakat. Terjadwal pada 28 Oktober – 6 Desember 2020. Nanti PPS berkewajiban mengumumkan DPT,” tandasnya.

Sebelumnya, KPU Kota Semarang sudah menetapkan jumlah DPS pada Pilwakot Semarang 2020 sebanyak 1.180.211 jiwa, dengan rincian 572.335 laki-laki dan 607.876 perempuan. DPS tersebut tersebar di 117 kelurahan, 16 kecamatan serta 3.447 TPS yang ada di Kota Semarang.

Terpisah, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti, menerangkan dalam tahapan pelaksanaan uji publik DPS Pilwakot Semarang 2020, pihaknya menemukan adanya ribuan data ganda dan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Hasil ini didapatkan dari hasil pengawasan formulir A.1 KWK, yang telah ditetapkan sebagai DPS oleh KPU Kota Semarang,” jelasnya.

Data TMS tersebut, berupa data invalid umur lebih dari 95 tahun sebanyak 299 pemilih, dan umur kurang dari 17 tahun sebanyak 48 pemilih. Selain itu, akibat sebab lainnya seperti meninggal dunia, masih tercatat sebagai anggota TNI/Polri aktif atau pindah domisili, sehingga menyebabkan pemilih TMS sebanyak 1.364.

“Selain itu, kita menemukan pemilih Memenuhi Syarat (MS), namun belum masuk DPS sebanyak 561 orang,” terang Nining.

Lebih lanjut Nining menjelaskan, dari hasil pencermatan data ganda internal Kecamatan ada 715 orang, serta Daftar Pemilih Ganda Antar Kecamatan se-Kota Semarang sebanyak 1.181 pemilih. Elemen data ganda ini meliputi nama, NIK, dan tanggal lahir.

“Temuan ini sudah kami sampaikan, yang diharapkan untuk dilakukan pencermatan kembali atau kroscek terhadap data invalid, serta melakukan pencoretan terhadap daftar pemilih yang teridentifikasi ganda,” tegasnya.

Pihaknya pun akan kembali melakukan pengawasan terkait DPSHP hingga penetapan DPT.

“Kita sudah memberikan saran perbaikan DPS kepada KPU Kota Semarang, sebagai upaya untuk menjaga hak pilih masyarakat menuju Pilkada 2020 yang berintegritas,” pungkasnya.

Lihat juga...