Krisis Center Jabar dan KJOL Layani Masalah Kesehatan Jiwa

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengajak warganya untuk menjaga kesehatan jiwa di tengah Pandemi Covid-19, dengan memilih informasi yang tepat. Saat ini bukan soal mencari informasi, tapi memilah informasi. Maka, situasi berita negatif tentu harus dikontrol.

“Informasi ketidakjelasan kapan situasi pandemi akan berakhir, belum hadirnya vaksin, isu isolasi sosial, stigma, kehilangan pekerjaan, perubahan cara belajar mengajar, dan tingginya juga kekerasan rumah tangga sebagai dampak terjadinya perceraian itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita sepelekan,” kata Kang Emil berdasar rilis yang diterima Cendana News, Jumat (9/10/2020).

Sementara itu, berdasarkan survei Puslitbangkes Kemenkes pada 2020, sekitar 6,8 persen masyarakat Indonesia mengalami gangguan cemas. Dari angka tersebut, 85,3 persen di antaranya tidak memiliki riwayat gangguan psikiatri.

Atas hal tersebut saat ini Pemerintah Provinsi Jabar sudah menyiapkan krisis center di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jabar, Kabupaten Bandung Barat, dan Graha Atma Bandung. Krisis center itu sebagai respons cepat kegawatdaruratan jiwa seperti potensi bunuh diri.

Selain krisis center, Pemda Provinsi Jabar meluncurkan program Konsultasi Jiwa Online (KJOL yang dibaca Kajol) sebagai jawaban atas meningkatnya permasalahan kejiwaan di tengah pandemi COVID-19.

“Layanan konsultasi jiwa online atau KJOL RSJ Jabar yang sekarang lagi meningkat. Keberadaannya ini adalah respons terhadap meningkatnya permasalahan kejiwaan di masa pandemi. KJOL ini jadi solusi memudahkan petugas untuk screening mana yang cukup via telepon atau datang secara fisik. Keren sekali saya apresiasi,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Siska Gerfiandi menuturkan, selama pandemi ada peningkatan jumlah pasien gangguan cemas di RSJ Jabar.

Sementara itu Direktur Utama RSJ Jabar Elly Marliyani mengatakan, ada peningkatan durasi penggunaan gawai selama pandemi.

Berdasarkan penelitian RSCM FK UI di bulan April-Juni 2020, terjadi peningkatan waktu rata-rata penggunaan gawai hingga 11,6 Jam per hari dan peningkatan kecanduan internet pada remaja sebesar 19,3 persen. Kondisi itu berpotensi menyebabkan stres bagi orang tua maupun anak.

“Terbukti sejak pandemi, terjadi peningkatan kunjungan pasien gangguan cemas di RSJ sampai dengan September 2020 sebanyak 14 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2019,” kata Elly.

Menurut Elly, program KJOL diciptakan agar masyarakat dapat berkonsultasi secara virtual dengan psikiater atau psikolog. Selain itu, screening melalui website pun dapat dilakukan, seperti screening kesehatan jiwa, kecanduan gadget, deteksi dini bunuh diri, dan tes lainnya.

“Sehingga diharapkan masyarakat paham pentingnya kesehatan jiwa, sadar sejak dini kesehatan jiwa adalah investasi,” tutup Elly.

Lihat juga...