Kunjungan ke Taman Satwa Tulungagung Ditutup

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menutup sementara, kunjungan wisata ataupun kegiatan studi lapangan pelajar maupun masyarakat umum, ke kebun binatang mini atau taman satwa yang berlokasi di kompleks pendopo Tulungagung.

Kebijakan tersebut diterapkan, demi mencegah penularan COVID-19. “Memang ditutup sementara. Selain karena alasan pandemi (COVID-19), saat ini juga lembaga pendidikan tutup, sehingga tidak ada aktivitas kunjungan dari sekolah,” kata Kabag Umum Pemkab Tulungagung, Sony Wely Ahmadi, Senin (19/10/2020).

Langkah pembatasan akses bagi warga, pelajar maupun wisatawan, yang akan berkunjung ke taman satwa yang berada di sudut lingkungan pendopo itu, murni demi mencegah risiko penularan wabah corona. Kebijakan itu juga beriring dengan pelarangan dan pembatasan kunjungan sejumlah tempat wisata karena alasan pandemi.

“Kunjungan masyarakat sebenarnya tidak banyak. Kalaupun ramai biasanya hanya pada Sabtu, Minggu atau saat hari libur nasional. Yang datang biasanya ada rombongan anak PAUD, TK dan sebagian kecil komunitas pelajar. Tapi berhubung pandemi, sekolah-sekolah juga diliburkan,” jelasnya.

Ketidakhadiran pengunjung sebenarnya tidak berdampak langsung terhadap kehidupan satwa yang ada di taman. Apalagi selama ini pihak Pemkab ataupun pendopo tidak mengeluarkan kebijakan tarif masuk. Hanya sebagian kecil pengunjung yang datang dengan membawa bekal pakan, terutama untuk rusa yang hari ini genap berjumlah 18 ekor. Termasuk keberadaan satu ekor bayi rusa yang baru lahir beberapa hari lalu. “Secara anggaran kami sudah mengalokasikan biaya untuk pakan dan obat-obatan sebesar Rp10 juta per bulan,” kata Sony.

Budget itu diakui kecil, namun menurutnya cukup untuk biaya operasionalitas dan logistik hewan di taman satwa pendopo. Hanya, minimnya anggaran pakan hewan, berdampak terhadap kesejahteraan satwa dilindungi yang dipelihara di taman satwa pendopo.

Varian pakan saban hari cenderung tidak berubah dari waktu ke waktu. Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi) dan Elang laut (Haliaeetus leucogaster) cenderung hanya dipakan ikan lele, hasil tangkapan di kolam ikan yang dibuat dengan ukuran terbatas di dalam kandang ternak rusa yang ada di dekatnya. Penggiat satwa, Les Cakra, mengkritisi kondisi kandang satwa elang, dan satwa langka dan dilindungi lain yang hanya ditaruh di dalam kandang berukuran kecil tersebut. (Ant)

Lihat juga...