Kurangi Angka Putus Sekolah, Jateng Bentuk Sekolah Virtual

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Memanfaatkan teknologi digital, materi pembelajaran bisa disampaikan kapan saja dan di mana saja, tanpa terbatas waktu dan ruang. Hal tersebut menjadi prinsip dalam sekolah virtual, berupa kelas jarak jauh yang diperuntukan bagi siswa kurang mampu atau  putus sekolah, yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Sekolah virtual, yang saat ini baru ada di dua lokasi yakni di SMAN 1 Kemusu Kabupaten Boyolali dan SMAN 3 Brebes, menjadi upaya mengurangi angka putus sekolah, sekaligus mempersiapkan anak didik menuju revolusi industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi digital,” papar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jateng, Padmaningrum saat dihubungi Cendana News di Semarang, Kamis (29/10/2020).

Semua siswa yang mengikuti sekolah virtual tersebut, tanpa dipungut biaya dan diberikan fasilitas berupa handphone dan beasiswa. Untuk bisa mengikuti sekolah virtual tersebut, ada persyaratan yang harus dipenuhi yakni berusia 15-21 tahun, memiliki ijazah SMP atau sederajat dan belum tercatat sebagai siswa sekolah menengah.

Bisa juga untuk siswa yang terkendala jarak dari rumah ke sekolah, terdampak zonasi dalam PPDB, atau kategori keluarga miskin. “Termasuk untuk mereka yang menekuni bidang kegiatan prestasi dan bakat, sehingga terhambat jika mengikuti pendidikan reguler,” tandasnya.

Di satu sisi, untuk mendukung keperluan sekolah virtual tersebut, pihaknya juga mengembangkan sistem pendidikan berupa Kelas Jateng dan Jateng Pintar, dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga prosesnya juga disampaikan secara daring.

“Sistem tersebut sudah dikembangkan Balai Pengembangan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (BPTIK Dikbud) Jateng, sehingga memudahkan siswa dan guru. Tidak hanya sekolah virtual, sekolah umum juga bisa memanfaatkan sistem ini dalam penyampaian pembelajaran secara daring, kepada siswa,” tambahnya.

Terpisah, Kepala BPTIK Disdikbud Jateng, Bagus Surjanto, menuturkan Kelas Jateng merupakan aplikasi yang berbasis manajemen pembelajaran.

“Jika sekarang ini kita mengenal aplikasi zoom, untuk meeting atau rapat, maka aplikasi Kelas Jateng ini merupakan learning management system kelas digital, untuk pembelajaran jarak jauh,” paparnya saat dihubungi, Kamis (29/10/2020).

Diterangkan, aplikasi bisa dimanfaatkan oleh guru, sekolah atau bahkan masyarakat umum yang membutuhkan kelas digital, secara gratis dan berkualitas.

Cara pun sangat mudah, cukup buka akses melalui laman kelas.jatengprov.go.id. Kemudian melakukan pendaftaran bagi yang belum memiliki akun,  masukkan alamat email, tulis username, buat password, terakhir pilih sebagai guru atau sebagai murid.

“Jika memilih sebagai guru, maka pengguna akan memiliki akses untuk membuat kelas. Bisa dinamakan sesuai mata pelajaran yang dikehendaki. Kemudian, bisa mengundang siswa-siswa untuk bergabung ke kelas tersebut. Tentu saja, para siswa tersebut sebelumnya juga harus memiliki akun terlebih dulu di aplikasi Kelas Jateng,” terangnya.

Sementara, jika memilih sebagai siswa, pada saat pembuatan akun baru, maka pengguna bisa bergabung di berbagai kelas yang sudah ada di aplikasi tersebut, atau masuk ke kelas yang sudah dibuat guru mereka.

“Para siswa ini juga bisa bergabung di kelas lain, tinggal memilih kelas yang sesuai dengan keinginannya. Seluruh proses pendaftaran hingga membuat kelas ini, sangat cepat. Begitu akun dibuat, bisa langsung digunakan,” tegas Bagus.

Seperti halnya aplikasi zoom meeting yang terlebih dulu dikenal, dalam Kelas Jateng tersebut bisa dilakukan pembelajaran tatap maya atau video konferensi dengan para siswa.

“Caranya mudah saja, tinggal klik menu masuk pembelajaran video. Sudah langsung terhubung ke semua siswa, yang ada di kelas tersebut. Kelas digital ini bisa digunakan dari jenjang TK hinga SMA/SMK,” lanjutnya.

Ditambahkan, untuk mendukung materi dalam pembelajaran kelas virtual melalui Kelas Jateng, para siswa juga bisa mengunduh materi yang diperlukan melalui laman pintar.jatengprov.go.id.

“Jateng Pintar ini seperti perpustakaan digital atau e-library.  Ada ratusan materi pembelajaran yang bisa diunduh secara gratis oleh siswa dan guru. Materi ini bisa dimanfaatkan dalam mendukung pembelajaran digital melalui kelas virtual,” papar Bagus.

Dirinya pun pun berharap, meski di tengah pandemi Covid-19, dengan keterbatasan jarak dan waktu, dengan dua sarana tersebut pembelajaran virtual yang disampaikan bisa lebih maksimal sehingga dapat dipahami dengan baik oleh siswa.

Lihat juga...