Lalu Lintas di JTTS dan Pelabuhan Bakauheni Meningkat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Hanung Hanindito, Kepala Cabang PT Hutama Karya (HK) selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar menyebut terjadi peningkatan volume lalu lintas.

Data produksi PT Hutama Karya dari sisi volume lalu lintas kendaraan dihitung sejak Selasa (27/10/2020). Kenaikan pada awal liburan panjang Maulid Nabi Muhammad SAW sebutnya mencapai 10 persen dan 28 hingga 29 Oktober mencapai 59 persen. Volume kendaraan tersebut dihitung dari jalur A dan jalur B jalan tol Bakter.

“Pada jalur A kami sebut jalur Ambon berasal dari gerbang tol Bakauheni Selatan asal pulau Jawa, gerbang tol Bakauheni Utara, gerbang tol Kalianda, gerbang tol Sidomulyo hingga gerbang tol Itera Kotabaru ke Terbanggi Besar dengan ruas sepanjang 140 kilometer,” terang Hanung Hanindito saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (30/10/2020).

Pada jalur B atau disebut jalur Bandung ia menyebut berasal dari wilayah gerbang tol Palembang dan keluar di gerbang tol Bakauheni Selatan. Tercatat terjadi peningkatan volume kendaraan pada jalur B asal Sumatera menuju ke pulau Jawa sebanyak 17 persen.

Sejumlah rest area di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang difungsikan pada jalur A meliputi 49 A, 87, 116. Pada jalur B rest area yang difungsikan ada pada 20 B, 49B, 87 dan 116 B.

“Protokol kesehatan kami terapkan dengan sistem pembayaran nontunai memakai uang elektronik untuk menghindari kontak fisik langsung,” cetusnya.

Captain Solikin (kanan) General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang utama Bakauheni saat ditemui pada posko mini libur panjang Maulid Nabi dan cuti bersama, Jumat (30/10/2020). Foto: Henk Widi

Selain peningkatan volume kendaraan di ruas jalan tol, saat libur panjang tingkatkan volume kendaraan menyeberang memakai kapal. Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia menyebut data posko mini mencatat terjadi kenaikan volume kendaraan dibanding hari biasa. Pencatatan data volume kendaraan saat libur panjang dilakukan sejak 27 Oktober hingga 1 November mendatang.

Hingga 30 Oktober 2020, sebanyak 2.944 unit. Jumlah tersebut meliputi 402 unit kendaraan roda dua, 1.313 unit kendaraan roda empat, bus 64 unit, truk 1.165 dan kendaraan roda empat lebih mencapai 2.542 unit. Sebanyak 31 unit kapal roll on roll off (Roro) dioperasikan dengan trip atau perjalanan kapal mencapai 51 trip.

“Antisipasi kemacetan di pintu masuk sistem pembelian tiket dilakukan online, sebab kendaraan yang masuk hanya yang telah membeli tiket online,” bebernya.

Penerapan protokol kesehatan sebut Captain Solikin diprioritaskan saat arus libur panjang. Setiap penumpang wajib bermasker, jaga jarak dan memakai penyanitasi tangan. Kapasitas kapal yang dibatasi menjadi cara pencegahan penyebaran Covid-19. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan pengaturan kuota penumpang kapal dilakukan dengan penyediaan kapal pada sebanyak 6 dermaga.

Lihat juga...