Lamsel Perketat Pengawasan Pelaku Perjalanan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 Lampung Selatan di tingkat kecamatan hingga desa, memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan, menyusul adanya kasus meninggalnya pasien Covid-19 di wilayah tersebut.

Samsu Rizal, kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, menyebut pengetatan dilakukan untuk pencegahan, menyusul kasus meninggalnya pasien nomor 75 berinisial A (34), warga Sidomulyo, yang meninggal karena Covid-19.

Pasien nomor 75 yang meninggal tersebut diakui Samsu Rizal telah dilakukan pemeriksaan swab dan terkonfirmasi positif Covid-19. Sempat menjalani isolasi mandiri di salah satu RS Pemerintah, pasien tersebut meninggal pada Kamis (1/10/2020).

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan, saat ditemui di Ketapang, Jumat (2/10/2020). -Foto: Henk Widi

Ia menegaskan, langkah pendataan pelaku perjalanan, terutama dari zona merah penyebaran Covid-19, harus diperketat. Pelaku perjalanan dari Jakarta dan sejumlah zona merah wajib didata dan langsung melakukan isolasi mandiri. Anjuran melakukan rapid test, bahkan difasilitasi oleh Puskesmas rawat inap Ketapang.

“Pelaku perjalanan, terutama dari zona merah harus sadar diri berpotensi menjadi pembawa virus Covid-19, meski awalnya sehat namun di perjalanan saat ada kontak fisik dengan orang tak dikenal, maka wajib melaporkan diri ke posko gugus tugas di desanya, petugas di desa melaporkan ke Puskesmas,” terang Samsu Rizal, Jumat (2/10/2020).

Ia menyebutkan, wilayah Lamsel rentan karena berada di gerbang pulau Sumatra. Munculnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan meninggal menjadi momentum untuk meningkatkan kedispilinan protokol kesehatan.

Petugas gugus tugas Covid-19, ungkap Samsu Rizal, kembali memperketat protokol kesehatan di pasar tradisional. Petugas yang melakukan pendisplinan selalu rutin mengingatkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Masyarakat wajib mematuhi aturan yang ada, agar terhindar dari wabah mematikan tersebut.

“Puskesmas Ketapang selalu menyediakan fasilitas untuk rapid test bagi pelaku perjalanan, dan pemerintah desa bisa menyampaikan ke warganya,” tegas Samsu Rizal.

Samsu Rizal mengatakan, puluhan petugas gugus tugas Covid-19 dari usur kepolisian, TNI, Satpol PP, telah di-rapid test. Hasilnya semua petugas dinyatakan nonreaktif. Pelaku perjalanan yang terdata di desa, mendorong tim gugus tugas Covid-19 agar bisa melalukan rapid test mandiri. Sebab, setiap orang yang berasal dari zona merah harus menjaga keluarga dari penularan Covid-19.

Pengetatan displin protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan juga dilakukan di pelabuhan Bakauheni.

Captain Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, menyebut pelayanan tetap berjalan normal. Namun, bagi calon penumpang kapal penyeberangan wajib memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan membawa hand sanitizer.

“Koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan dilakukan agar pemindaian suhu tubuh pelaku perjalanan kembali diperketat,” tegasnya.

Keberadaan alat pemindai suhu tubuh yang disediakan kantor kesehatan pelabuhan, menjadi cara memantau pelaku perjalanan. Pada sejumlah kapal di lintasan pelabuhan Bakauheni menuju Merak, wajib menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer. Sejumlah tempat duduk diberi batas khusus, agar penumpang tidak berdekatan saat perjalanan.

Lihat juga...