Langgar Prokes 274 Pelanggar di Kalsel Dijatuhi Sanksi

BANJARMASIN  – Sebanyak 274 orang pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kalimantan Selatan (Kalsel) dijatuhi sanksi denda dengan total dana terkumpul mencapai Rp27.135.000.

“Memang ada sejumlah kabupaten dan kota menerapkan sanksi denda uang ini selain sanksi sosial dan sebagainya bagi pelanggar protokol kesehatan,” kata Kapolda Kalsel, Irjen Pol Nico Afinta, di Banjarmasin, Minggu.

Seperti Peraturan Walikota Banjarmasin Nomor 68 tahun 2020 tentang penegakan hukum disiplin protokol kesehatan guna menekan penyebaran COVID-19. Bagi pelanggar protokol kesehatan, ada denda Rp100 ribu untuk perorangan dan denda Rp150 ribu untuk badan usaha.

Nico mengungkapkan, sanksi denda uang tersebut sebagai salah satu wujud ketegasan petugas dalam menegakkan disiplin masyarakat mematuhi protokol kesehatan khususnya penggunaan masker yang jadi sasaran utama.

“Kalau untuk badan usaha seperti rumah makan tentu yang wajib diperhatikan jaga jarak antar pengunjung, sehingga tempat duduk harus diatur sedemikian rupa agar tidak saling berdekatan apalagi sampai berkerumun,” jelasnya.

Polda Kalsel pun terus meningkatkan Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan melalui Tim Penegak Disiplin Kesehatan (Pedas) yang dibentuk Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta.

Tim Pedas terdiri dari Direktorat Samapta dan Direktorat Lalu Lintas back up pasukan di 13 Polres jajaran melakukan razia protokol kesehatan dengan tiga sasaran utama yaitu orang, tempat dan kegiatan.

Hingga Minggu (18/10), sudah ada 42.827 kegiatan Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan dilaksanakan oleh Tim Pedas bersama petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.

Selain sanksi denda, sebanyak 288.463 orang diberikan teguran lisan dan 1.135 orang teguran tertulis serta 20.324 orang dijatuhi sanksi lainnya seperti sanksi sosial membersihkan jalan.

“Dengan masifnya kegiatan penegakan protokol kesehatan tentu diharapkan disiplin masyarakat semakin tinggi. Kalau sudah disiplin, pada akhirnya mengurangi peningkatan kasus COVID-19 dan menekan angka kematian sekaligus meningkatkan kesembuhan,” tandas Kapolda. (Ant)

Lihat juga...