Lewat Seni Budaya, Warga Rampal Celaket ‘Jenggirat’ dari Keterpurukan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Kampung Sinau Budaya Satrio Turonggo Jati kembali menggelar agenda ‘Jenggirat Festival’ sebagai penanda kebangkitan warga RW 06 kelurahan Rampal Celaket, kecamatan Klojen, kota Malang dari keterpurukan akibat pandemi covid-19.

Ketua Pokdarwis Satrio Turonggo Jati, Nanang Gustanto, menjelaskan terkait penyelenggaraan Jenggirat Festival, di Kampung Sinau Budaya Satrio Turonggo Jati, Minggu (25/10/2020). Foto: Agus Nurchaliq

Berbagai tarian tradisional seperti tari Bapang, tari Gandrung maupun tari Nusantara turut ditampilkan guna menyemarakkan kegiatan yang berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Satrio Turonggo Jati, Nanang Gustanto menyampaikan, Jenggirat Festival diselenggarakan sekaligus untuk memperingati hari Sumpah Pemuda, sehingga tidak heran jika para penari yang membawakan tarian-tarian tradisional tersebut adalah generasi muda. Hal ini penting untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya Indonesia.

“Jangan sampai generasi muda sekarang justru menyukai seni budaya dari luar daripada seni budaya bangsanya sendiri,” ucapnya kepada awak media di lokasi acara, Minggu (25/10/2020).

Lebih lanjut, Jenggirat sendiri menurut Nanang memiliki arti ‘bangkit’ yang dirasa sangat cocok untuk kondisi saat ini. Tema Jenggirat sengaja diambil untuk memberi semangat kepada masyarakat agar bisa segera bangkit dari keterpurukan perekonomian akibat pandemi covid-19.

“Warga terdampak harus segera bangkit untuk bisa hidup normal kembali,” ujarnya.

Disampaikan Nanang, di kampung yang mayoritas penduduknya merupakan para seniman tersebut sangat berharap bisa segera kembali beraktivitas kesenian secara normal. Sebab sejak awal pandemi pada bulan Maret lalu hingga saat ini kegiatan kesenian masih sangat dibatasi.

“Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa bangkit kembali. Jangan terlalu takut dengan covid-19 karena mau tidak mau kita harus bisa hidup berdampingan dengan covid-19 agar perekonomian bisa bangkit kembali,” ucapnya.

Pemerintah juga diharapkan bisa memberikan perhatian lebih kepada para seniman berupa pembinaan maupun bantuan perlengkapan alat berkesenian, tandasnya.

Sementara itu, camat Klojen, Heru Mulyono, mengaku sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pokdarwis Satrio Turonggo Jati dalam menggelar salah satu agenda wisata seni budaya.

Menurutnya, semua kegiatan dari pokdarwis Satrio Turonggo Jati diharapkan bisa menaikkan aktivitas masayarakat agar bisa sesuai dengan tema yang diangkat Jenggirat atau dalam bahasa Indonesia berarti bangkit yakni bangkit dari sebuah kondisi yang dialami saat ini.

“Kalau kita terus hanyut dengan kondisi yang terjadi saat ini, maka kita tidak akan berani melakukan aktivitas. Melalui Jenggirat festival, diharapkan masyarakat bisa bangkit sehingga kegiatan ekonomi tetap jalan, kegiatan sosial kemasyarakatan juga bisa berjalan, tetapi tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan yang harus dipenuhi,” pungkasnya.

Lihat juga...