Libur Panjang, Objek Wisata Lereng Merapi Tambah Relawan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sejumlah lokasi objek wisata di kawasan lereng Gunung Merapi, melakukan persiapan khusus di masa libur panjang akhir pekan ini. Salah satunya dengan menambah jumlah personel relawan untuk mengantisipasi penambahan jumlah pengunjung yang biasanya meningkat.

Selain untuk membantu mengarahkan dan membantu wisatawan dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, keberadaan para relawan yang terdiri dari Linmas maupun pemuda karang taruna ini juga diperlukan untuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat bencana.

Terlebih belum lama ini, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, baru saja mengeluarkan pernyataan bahwa masa erupsi Gunung Merapi semakin dekat. Meskipun tidak akan sebesar seperti erupsi tahun 2010. Dimana kondisi status Gunung Merapi saat ini masih berada di level II atau Waspada.

Pengelola wisata The Lost World Castle, di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Ahmad Saukani, mengatakan, pihaknya menyiapkan belasan relawan di sejumlah titik lokasi. Di antaranya di sekitar pintu tiket masuk untuk mengarahkan pengunjung agar melakukan cuci tangan serta melakukan pengecekan suhu tubuh.

Pengelola wisata The Lost World Castle, di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Ahmad Saukani, saat dijumpai Cendana News, Kamis (29/10/2020) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Mereka juga kita siapkan mengarahkan pengunjung dalam melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana erupsi. Yakni melewati jalur-jalur evakuasi yang telah kita siapkan,” ujarnya, Kamis (29/10/2020).

Meski berada di tengah situasi pandemi serta ancaman bencana erupsi gunung Merapi, kondisi wisata di sekitar lereng Gunung Merapi, khususnya Desa Kepuharjo sendiri nampak masih stabil. Jumlah pengunjung wisatawan baik lokal maupun luar daerah nampak mengalami peningkatan.

“Terkait peningkatan aktivitas Merapi, saya kira tidak berpengaruh sama sekali ke pariwisata. Jumlah pengunjung masih stabil. Meskipun memang sejak adanya pandemi ini, jumlahnya masih belum sebanyak waktu-waktu normal,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Wiwik, asal Sidoarjo, Jawa Timur, mengaku antusias berwisata ke kawasan lereng Gunung Merapi karena kondisi alamnya yang sejuk dan asri. Datang bersama keluarga, ia mengaku mengetahui lokasi wisata The Lost World Castle setelah melihat spot-spot ikonik yang viral di media sosial.

“Tidak khawatir (dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi), karena kan pasti pemerintah dan pihak yang berwenang sudah memiliki pedoman. Kalau memang membahayakan tentu tempat wisata seperti ini tidak akan dibuka untuk umum,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Wiwik asal Sidoarjo, Jawa Timur, saat dijumpai Cendana News, Kamis (29/10/2020) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Berada di sisi selatan lereng Gunung Merapi, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, sendiri memiliki banyak potensi wisata yang sangat beragam. Baik itu wisata yang menawarkan pemandangan alam, wisata spot hingga wisata petualangan.

Sebut saja The Lost World Castle, The Lost World Park, Rumah Hobbits, Kampung Seribu Batu, Stonehenge, Museum Sisa Hartaku, hingga Merapi Adventure yang menawarkan wisata petualangan dengan memakai Jeep terbuka. Itu belum termasuk wisata kuliner khas seperti Kopi Merapi dan sebagainya.

Lihat juga...