Libur Panjang, Puluhan Pelanggar Terjaring Razia di Perbatasan Banyumas

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Pada libur panjang akhir bulan Oktober ini, Kabupaten Banyumas kembali mengaktifkan posko penjagaan pada empat titik masuk ke Kabupaten Banyumas. Dari razia tim gabungan, ditemukan puluhan pengendara yang melanggar aturan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas, Imam Pamungkas mengatakan, dalam satu hari ada ratusan kendaraan di pintu masuk yang diperiksa oleh tim gabungan. Pemeriksaan tersebut difokuskan pada penerapan protokol kesehatan, mulai dari pemakaian masker hingga penerapan physical distancing.

 “Masih banyak yang melanggar protokol kesehatan, seperti hari kemarin Rabu (28/10/2020), dalam satu hari di posko perbatasan saja ditemukan 46 orang yang melanggar aturan dan pelanggaran didominasi pengendara dari luar Banyumas,” kata Imam Pamungkas kepada Cendana News, Kamis (29/10/2020).

Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas, Imam Pamungkas di Purwokerto, Kamis (29/10/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Imam merinci, untuk posko perbatasan di pintu masuk Kecamatan Wangon, ada 490 kendaraan yang diperiksa dan ditemukan sebanyak 23 orang yang melanggar protokol kesehatan. Kemudian di pintu masuk perbatasan posko Tambak, ada 350 kendaraan yang diperiksa dan ditemukan ada 23 orang pelanggar.

Sedangkan untuk posko perbatasan di Ajibarang ada 126 kendaraan yang diperiksa dan di posko perbatasan Sokaraja ada 29 kendaraan diperiksa, pada kedua posko tersebut tidak ditemukan adanya pelanggar.

Pemeriksaan di posko perbatasan ini melibatkan unsur-unsur dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Dinas Kesehatan serta Satpol PP.

“Masing-masing instansi menerjunkan dua petugas untuk tiap posko dan penjagaan di posko perbatasan dibagi dalam tiga shift, yaitu shift pagi mulai pukul 07.00 WIB -15.00 WIB, kemudian pukul 15.00 WIB – 23.00 WIB dan pukul 23.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Banyumas, Achmad Husein menyampaikan, selama libur panjang akhir bukan Oktober ini, pihaknya akan kembali mengaktifkan posko di perbatasan. Selain memeriksa penggunaan masker serta suhu tubuh, secara acak juga dilakukan rapid test terhadap orang-orang yang hendak masuk ke wilayah Banyumas.

Rapid test dilakukan secara random, tiap titik perbatasan dilakukan pemeriksaan rapid terhadap 20 orang, secara acak saja, untuk mengetahui kondisi kesehatan orang-orang yang akan masuk ke Banyumas,” terangnya.

Posko perbatasan ini, lanjutnya, diaktifkan guna mencegah munculnya klaster baru, terkait libur panjang ini. Sebab, dipastikan tingkat kunjungan wisata di Banyumas akan meningkat, begitu pula dengan volume kendaraan.

Lihat juga...