Libur Panjang, Satpol PP Jateng Perketat Protokol Kesehatan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Selama libur panjang 28 Oktober – 1 November, jumlah pemudik atau wisatawan yang masuk ke Jateng, meningkat. Jika tidak diantisipasi, potensi penularan covid-19 pun bisa bertambah, terlebih jika masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

Kepala Satpol PP Jateng, Budiyanto Eko Purwono, saat dihubungi di Semarang, Sabtu (31/20/2020). Foto Arixc Ardana

“Mengantisipasi potensi penularan covid-19, seluruh satuan polisi pamong praja (Satpol PP) di 35 kabupaten/kota, sudah diamanatkan untuk menggalakkan operasi yustisi berupa razia masker, di tempat-tempat keramaian seperti obyek wisata atau pun titik mudik, ” papar Kepala Satpol PP Jateng, Budiyanto Eko Purwono, saat dihubungi di Semarang, Sabtu (31/20/2020).

Dipaparkan, kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, berupa 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, sudah relatif meningkat. Namun tetap masih ada yang tidak disiplin.

“Contohnya, dari operasi yustisi yang selama ini digelar di 35 Kabupaten/Kota di Jateng, terkait razia masker, rata-rata yang terjaring bukan karena mereka tidak memiliki atau membawa masker, namun karena tidak menggunakan masker dengan benar,” paparnya.

Ada yang saat terjaring, masker tersebut tidak dipakai namun justru dikantongi, atau dipakai namun ditaruh di bawah dagu. “Ini artinya mereka yang tertangkap ini, tidak disiplin dan menganggap enteng covid-19,” terangnya.

Pihaknya mengaku, beragam sanksi diterapkan mulai dari hukuman sosial hingga denda, sekaligus diikuti dengan penyampaian edukasi tentang bahaya covid-19, serta pentingnya upaya pencegahan, menjadikan pelanggar semakin menurun.

“Masing-masing wilayah memiliki sanksi tersendiri, tergantung dari peraturan yang berlaku. Misalnya di Kota Semarang, pelanggar diberi sanksi sosial mulai dari menyapu jalan, membersihkan makam, hingga dilakukan rapid test. Sementara di Kabupaten Banyumas dan sejumlah wilayah lain, diterapkan sanksi denda bagi pelanggar,” paparnya.

Ditambahkan, untuk denda yang terkumpul dari operasi yustisi, seluruhnya akan dimasukan ke kas Pemda untuk tambahan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing.

Sementara, Sekretaris Satpol PP Jateng, Retno Fajar menambahkan, edukasi tentang protokol kesehatan memang harus terus dilakukan. Sebab, masyarakat masih perlu terus diingatkan.

“Saya berharap, semakin kita bergerak melakukan edukasi pemakaian masker yang benar, maka pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di tingkat daerah semakin menurun,” harapnya.

Pihaknya berharap masyarakat bisa berdisiplin dalam penerapan protokol kesehatan, termasuk memakai masker dengan benar. Hal tersebut, demi menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain, serta lingkungan sekitar.

“Kami sampaikan terimakasih, kepada seluruh masyarakat yang sudah tertib dalam penerapan protokol kesehatan, memakai masker dengan baik, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak atau tidak berkerumun. Ini artinya, masyarakat juga ikut mendukung pemerintah, dalam upaya mempercepat penurunan angka covid-19 di Jateng,” pungkas Retno.

Lihat juga...