Lomba Debat APBN, Cara Kemenkeu Kenalkan Keuangan Negara

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengapresiasi perhelatan lomba debat APBN tingkat mahasiswa yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu. Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan cara yang efektif dalam memperkenalkan seluruh instrumen keuangan negara kepada masyarakat.

“Selain mengenalkan, kita pun dapat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang APBN serta pengelolaan kebijakan pemerintah di bidang keuangan negara,” ujar Menkeu saat memberikan sambutan pada kegiatan Debat Hebat APBN: Kolaborasi Membangun Negeri, Selasa (27/10/2020) secara virtual.

Menkeu menegaskan, pemahaman masyarakat terkait APBN semakin mendesak, mengingat perkembangan teknologi dan informasi saat ini sudah sangat berkembang pesat, arus informasi semakin kencang, namun di saat bersamaan berita hoax semakin marak.

“Informasi yang ada di masyarakat terkadang muncul hanya sepotong-sepotong dan tidak menyajikan data secara lebih holistik. Maka, pemerintah harus lebih kreatif dalam mengembangkan inovasi dalam melakukan edukasi kepada masyarakat,” tandasnya.

Menkeu mengatakan bahwa acara ini merupakan ajang bagi para peserta dan mahasiswa untuk lebih memahami dan mempunyai kepedulian yang lebih tinggi terhadap APBN. Menkeu juga berharap bahwa melalui acara ini, para mahasiswa bisa memberikan saran dan masukan yang konstruktif yang baik terhadap pemerintah.

“Ini adalah cara training untuk Anda generasi muda untuk bisa mulai peduli, memahami, dan yang paling penting merasa memiliki bahwa APBN ini adalah uang kita. Anda nanti adalah generasi penerus dan saya berharap Anda akan menjadi salah satu generasi muda yang bisa berdebat secara baik,” tegas Menkeu.

Menkeu berpesan kepada para mahasiswa peserta acara ini untuk terus tekun belajar dan mengikuti perkembangan APBN. Menkeu juga berharap agar mereka bisa menjadi duta keuangan negara serta menjadi obor yang menerangi dan memancarkan hal-hal yang positif di manapun nanti mereka berada.

“Para peserta ini yang sudah mengikuti lomba debat ini merupakan sedikit elit dari para mahasiswa yang begitu banyak, yang kemudian akan menjadi generasi penerus untuk bisa terus memahami bahwa ternyata membuat policy itu ada banyak dimensi yang harus dipertimbangkan,” jelas Menkeu.

Sementara itu, Dirjen Anggaran, Askolani menyebutkan, bahwa perlombaan debat APBN diikuti oleh 136 tim dari seluruh Universitas di Indonesia. Menurut Askolani, itu menandakan semua peduli untuk kemajuan bangsa. Sebab, sekarang eranya untuk berkolaborasi membangun negeri.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dari para mahasiswa yang berlaga. Tentu semuanya memiliki kapasitas yang baik, dan kami pun berharap, kemampuan dan pengalaman mereka dapat semakin bertambah usai acara ini,” tukas Askolani.

Saat ini lomba debat APBN telah sampai pada fase semifinal. Ada Sembilan universitas dan perguruan tinggi yang lolos, di antaranya; Tim Eclat – PKN STAN dengan judul Menerka Arah Kartu Prakerja; Tim Mahir – PKN STAN dengan judul Optimalisasi Beleid Fiskal: Studi Kasus Realisasi Insentif Pajak dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional; Tim ILDS – Universitas Indonesia dengan judul Covid Crisis Respons Kerangka Kerja Holistik dalam Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Mewujudkan Visi Indonesia 2045; Tim Fiscus – Universitas Indonesia dengan judul Integrated Digital Cash Transfer (IDCT): Solusi Jaminan Perlindungan Sosial Pascapandemi COVID-19.

Lalu ada Tim UNY – Universitas Negeri Yogyakarta dengan judul Perlindungan Sosial Masyarakat Gunungkidul Di Tengah Pandemi Covid-19 Dengan Program So-Tri (Sokongan, Sosialisasi, Dan Solidaritas), Tim Anak Rantau – Universitas Diponegoro dengan judul Kebijakan Swab Test Gratis Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Indonesia Akibat Pandemi Covid-19; Tim UT – Universitas Terbuka dengan judul Penyederhanaan dan Konversi Bantuan Guna Meningkatkan Daya Beli dan Pemasukan Masyarakat dan UMKM dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional; Tim Debat FH Unsri – Universitas Sriwijaya dengan judul Pembentukan Unit Pengajuan Klaim Penggantian Biaya Penanganan Pasien Covid-19 di Rumah Sakit dalam Upaya Penerapan Prinsip Efisiensi dan Transparansi; dan Tim Unika Atma Jaya Yogyakarta – Unika Atmajaya Yogyakarta dengan judul APBN Sebagai Vaksin Pemulihan Kontraksi Sektor Pariwisata Nasional.

“Sekali selamat dan selamat bertanding untuk babak semifinal. APBN Memanggil, Kolaborasi Membangun Negeri,” tutup Askolani.

Lihat juga...