Longsor Melanda Kecamatan Bantarkalong, Puluhan Warga Tasikmalaya Mengungsi

Warga bertahan di tenda pengungsian di Kecamatan Bantarkalong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (15/10/2020) – Foto Ant

TASIKMALAYA – Puluhan warga Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat mengungsi di tenda peleton, yang disiapkan pemerintah daerah, karena kondisi rumahnya rusak dan terancam bahaya bencana tanah longsor.

“Ada 51 orang dari 16 kepala keluarga yang mengungsi karena kondisi rumahnya rusak dan terancam,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Irwan, Kamis (15/10/2020).

Bencana tanah longsor telah merusak lima rumah warga, dan enam rumah terancam bahaya longsor susulan di Desa Wangunsari Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Mereka yang terdampak longsor, sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Mulai dari disiapkan tenda, pakaian, selimut, dan juga kebutuhan makan selama bertahan di pengungsian. “Kondisi sekarang di sana sudah didirikan tenda, tenda peleton, sudah menyuplai untuk kebutuhan sehari-hari, ada sumbangan juga dari relawan,” ungkap Irwan.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencatat, ada 45 kejadian bencana secara serentak, berupa banjir, longsor dan kebakaran pada Senin (12/10/2020). Bencana terhadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Tasikmalaya.

Sebagian besar, berupa banjir bandang dan longsor dengan material sisa bencana yang menutupi badan jalan. Sebagian kejadian lainnya menimpa rumah warga seperti yang terjadi di Bantarkalong. “Sampai saat ini jumlah keseluruhan 45 kejadian, 32 itu longsor, 12 titik banjir dan satu kebakaran rumah, penanganan sampai hari ini membuka jalur transportasi,” rincinya.

Terkait penanganan pemukiman rumah penduduk yang terdampak longsor, terlebih dahulu akan diperiksa kondisi kelayakan tanahnya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Jika hasil kajian tanah tersebut tidak layak dijadikan pemukiman penduduk, maka pemerintah akan menyiapkan tempat relokasi yang aman dari bahaya bencana alam. “Terlebih dahulu diperiksa apakah layak atau tidak daerah tersebut dijadikan perumahan, begitu juga tempat relokasi harus diteliti dulu, jangan sampai tanah yang baru jadi bermasalah lagi,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...