Luapan Sungai Cileungsi Luluh Lantakan Sarana Wisata di Curug Parigi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Hujan deras di Gunung Pancar dan sekitarnya tak hanya menyebabkan terendamnya pemukiman warga, di Desa Bojongkulur tapi juga berdampak pada objek wisata alam Curug Parigi, keberadaannya tepat dilintasan Sungai Cileungsi.

Pengurus karang taruna Kampung Parigi, Bono di objek wisata alam Curug Parigi, Minggu (25/10/2020). Foto: Muhammad Amin

Kondisi sestinasi wisata alam Curug Parigi, di Kampung Parigi, Kelurahan Cikiwul, Bantargebang Kota Bekasi, Jawa Barat, saat ini ditutup karena semua spot foto dan warung warga di sekitar Curug Parigi, terbawa air begitu pun akses utama ke Curug tak bisa dilewati, banyak serpihan kayu dan jalan dipenuhi lumpur.

“Lokasi wisata Curug Parigi tutup, karena akses menuju lokasi Curug dipenuhi lumpur, dan serpihan kayu, bambu dan sampah lainnya,” ungkap Bono, pengurus Karang Taruna Kampung Parigi, kepada Cendana News, Minggu (25/10/2020).

Dampak luapan sungai Cileungsi lanjutnya, diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta. Terutama spot foto yang dibangun menggunakan swadaya pemuda setempat habis di bawa arus sungai. Begitupun warung warga seperti bangku dan lainnya juga hilang.

“Satu spot foto di lokasi Curug Parigi paling murah kami bangun menghabiskan anggaran mencapai Rp1 juta, ada yang hingga Rp3 jutaan. Spot foto ada enam titik sekarang semuanya hancur dan sebagian materialnya di bawa arus sungai,” ungkap Bono.

Menurutnya, membutuhkan waktu seminggu lebih untuk membersihkan lagu lokasi Curug Parigi dari lumpur dan sampah sisa luapan air sungai Cileungsi. Saat ini, jelasnya warga mulai turun gotong royong membersihkan lokasi Curug Parigi, tapi masih menggunakan peralatan seadanya.

Ia menceritakan luapan air datang begitu cepat, setiap sepuluh menit dilaporkan terus meningkat. Hingga puncaknya pukul 21.00 wib air mulai merendam lokasi Curug Parigi dan puncaknya sekitar pukul sebelas malam tadi.

“Tapi, kami terus menginformasikan agar pemilik warung mengambil semua dagangannya yang tertinggal. Karena biasanya setia Sabtu Minggu warung dibiarkan terisi, karena hari inikan mereka jualan lagi,”ujar Bono.

Lebih lanjut Bono menyampaikan belum bisa memastikan kapan Curug Parigi kembali dibuka. Karena untuk pembenahan saja memerlukan waktu seminggu seperti membersihkan lumpur, sampah kayu dan lainnya.

Begitupun untuk membangun spot foto, dan memperbaiki warung di sekitar bantaran sungai memerlukan waktu yang tidak cepat. Ia berharap ada bantuan dari pemerintah Kota Bekasi untuk menghidupkan ekonomi warga sekitar Kampung Parigi.

“Kami berharap pemerintah Kota Bekasi, bisa melihat kondisi Curug Parigi yang luluh lantak akibat luapan sungai Cielungsi. Tentu bisa memberi bantuan peralatan untuk membersihkan sisa lumpur, sepuhan kayu dan bambu. Syukur-syukur bisa membantu membangun lagi spot foto yang hilang di bawa arus sungai,” ujarnya.

Lihat juga...