Mencari Berkah Cacing Sutra di Kali Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Kenaikan tinggi muka air di Kali Bekasi menjadi berkah tersendiri bagi pencari cacing sutra dalam mengais rejeki.

Diketahui belakangan ini, debet air di Kali Bekasi terus mengalami peningkatan akibat curah hujan mulai menyapa wilayah berjuluk Kota Patriot tersebut.

Sebenarnya para pencari cacing sutra di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, kerap berpindah-pindah tidak hanya di Kali Bekasi. Tetapi juga di berbagai tempat bahkan kali yang terlihat menghitam pun tidak luput dari incaran mereka.

Saat ini, harga cacing sutra sedang melambung mencapai Rp290 ribu per liter. Kenaikan tersebut akibat keberadaan cacing sutra sedang langka hingga membuat para pencari cacing sutra turun ke Kali Bekasi meskipun kondisi tinggi muka air masih terus meningkat.

“Sebenarnya saat ini cacing sutra langka karena kondisi Kali Bekasi sedang banjir. Maka harga per liter cacing sutra naik menjadi Rp20 ribu. Biasanya hanya Rp15 ribu dijual di pengepul di wilayah Peruderanan, di daerah tempat tinggal,” kata Niman, warga Jatiluhur, saat mencari cacing sutra di Bendung Koja Jatiasih kepada Cendana News, Rabu (28/10/2020).

Diakuinya, cacing sutra biasa berada di tempat air mengalir. Jika kemarau cacing banyak yang mati, tidak kuat panas dan air terkadang tidak mengalir. Sehingga para pencari cacing sutra jika kemarau juga mengalami kesusahan mengais rejeki.

Menurutnya, untuk waktu mencari cacing sutra biasanya saat selesai salat Subuh. Maka akan bertebaran di beberapa tempat, misalnya pada air yang mengalir dan berlumpur.

“Ada tempat khusus pengepul cacing sutra. Butuh proses sebenarnya dalam memilah cacing sutra. Kami ambil dari air bercampur lumpur. Sampai rumah dimasukkan ke dalam bak khusus nanti cacing sutra akan keluar sendiri dari lumpur,” ujarnya.

Aki Liman (65)  pencari cacing sutra lainnya, mengaku, profesi tersebut sudah dilakoni sejak puluhan tahun. Untuk memenuhi kebutuhan budi daya ikan hias.

“Sekarang permintaan cacing sutra di Kota Bekasi terus meningkat. Apalagi booming ikan cupang dan ikan lainnya. Pakannya cacing sutra,” tukasnya.

Dalam sehari pula, Nemin dan teman-temannya juga mengitari beberapa lokasi bahkan hingga ke wilayah Bekasi Utara. Dalam sehari bisa mendapatkan hingga 10 liter cacing sutra dan setelah dipisah dari lumpur baru diantar ke pengepul.

Nemin menunjukkan hasil cacing sutra di Bendung Koja Jatiasih yang bercampur lumpur, Rabu (28/10/2020) – Foto: Muhammad Amin

Mereka menyiapkan alat khusus seperti jaring halus untuk mengeruk dasar kali dan kemudian dimasukkan ke karung yang telah diikatkan di pinggang. Profesi itu menjadi pemasukan harian yang memberi berkah bagi keluarga.

Kondisi air di Kali Bekasi yang naik-turun, selain dimanfaatkan para pencari cacing sutra juga tidak sedikit warga mencari ikan dengan cara menyondong, menggunakan jaring ukuran besar, turun ke aliran Kali Bekasi.

Lihat juga...