Mendol, Makanan Olahan Tempe Bercita Rasa Gurih Pedas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Mendol merupakan salah satu makanan olahan tempe khas Jawa Timur yang banyak dijumpai di Malang. Memiliki cita rasa gurih pedas, penganan yang satu ini sangat cocok dijadikan lauk pendamping nasi hangat maupun sebagai camilan.

Di Kota Malang, makanan berbahan dasar tempe ini dapat dijumpai salah satunya di sentra industri tempe dan keripik tempe kampung Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing.

Anik Purnimawati (53), salah satu pengusaha tempe kampung Sanan yang juga memproduksi Mendol menjelaskan, pembuatan mendol sebenarnya cukup mudah, karena hanya menggunakan bahan dasar tempe dan rempah-rempah.

Anik Purnimawati, menunjukkan mendol buatannya sebelum digoreng di rumahnya, Sabtu (17/10/2020). Foto: Agus Nurchaliq

“Bahan yang dipakai yaitu tempe, bumbu rempah, daun jeruk purut, lombok kecil dan besar, laos, bawang putih. Tanpa bawang merah karena rasanya akan menjadi kecut,” sebutnya kepada Cendana News, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (17/10/2020).

Setelah seluruh bahan disiapkan, selanjutnya tempe dilumatkan dan dicampur dengan semua bahan yang sebelumnya telah dihaluskan secara merata hingga menjadi adonan. Kemudian, adonan mendol dibentuk dengan cara dikepal-kepal menggunakan tangan. Setelah itu, panaskan minyak untuk menggoreng mendol.

“Cara menggorengnya sedikit berbeda dengan menggoreng tempe biasa karena saya pakai api kecil supaya keringnya bisa sampai ke dalam. Kalau apinya terlalu besar, nanti bagian luarnya saja yang terlihat matang, sedangkan bagian dalamnya belum matang. Setelah digoreng, mendol siap disajikan,” tandasnya.

Dalam membuat mendol, Anik menekankan agar menggunakan tempe yang masih fresh, bukan tempe yang sudah dikukus, karena akan berpengaruh pada hasil penggorengannya.

“Kalau tempe fresh hasil penggorengannya berwarna kuning. Tapi kalau dikukus dulu, nanti setelah digoreng akan kelihatan hitam,” ucapnya.

Lebih lanjut Anik mengakui, peminat mendol buatannya cukup banyak bahkan ia kerap menerima pesanan mendol dari beberapa instansi.

“Harganya cuma 5.000 rupiah per pack isi delapan mendol,” sebutnya.

Menurutnya, setelah digoreng mendol buatannya bisa bertahan sekitar 2-3 hari. Tapi jika dalam keadaan belum digoreng, bisa bertahan selama kurang lebih 2 minggu asalkan disimpan dalam wadah penyimpanan makanan dan dimasukkan di dalam kulkas atau lemari es.

“Tapi jangan disimpan di freezer karena nanti kalau digoreng bisa ambyar adonannya,” terangnya.

Sementara itu salah satu pelanggan, Trinil, mengaku kerap memesan mendol buatan Anik saat ada acara kunjungan tamu.

“Kalau di kampung Sanan ada kegiatan atau kedatangan tamu, saya pasti pesankan mendol buatan Ibu Anik. Karena memang rasanya enak dan selalu laris,” ungkapnya.

Lihat juga...