Menikmati Sensasi Bawah Air Pemandian Mato Aia Dingin Solok

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SOLOK – Beningnya air yang terdapat di wisata Pemandian Mato Aia Dingin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memiliki sensasi tersendiri. Apalagi sembari menyelam bisa mengabadikan momen itu dengan foto maupun video.

Hal inilah yang dilakukan Indrawadi Mantari seorang Tim Diving Proklamator Universitas Bung Hatta Padang, dimana telah menyisir kawasan pemandian itu dengan cara diving.

Diving Proklamator Universitas Bung Hatta Padang Indrawadi Mantari, saat dijumpai, belum lama ini/Foto: M Noli Hendra

“Saya telah menyelami pemandian Mato Aia Dingin itu. Saya akui airnya begitu bening dan dingin, pemandangan bawah airnya benar-benar menakjubkan,” kata Indra, Minggu (18/10/2020).

Ia menjelaskan di kawasan pemandian Mato Aia Dingin itu terdapat salah satu pohon besar sejenis pinus serta terdapat onggokan bebatuan yang muncul di permukaan tepat di tengah kolam. Adanya hal itu menjadikan lokasi itu sebagai tempat jeda ketika berenang.

Apalagi cabang pohon kerap dimanfaatkan anak-anak untuk lokasi aksi terjun bebas ke kolam. Sedangkan kolam yang satunya lagi lebih dangkal, sebagai wahana pemandian untuk anak-anak.

Menurut Indra, jernihnya air membuat dasar kolam yang terdiri dari bebatuan dan pasir bisa dilihat dengan jelas.

“Itu kondisi di sekeliling pemandian. Namun ketika diselami ternyata Mato Aia Dingin itu dipenuhi beberapa tumbuhan air, serta ada dihuni oleh biota khas air tawar dan inilah yang memberikan kesan sensasi itu,” sebut dia.

Dikatakannya, sebelum dijadikan sebagai salah satu spot diving air tawar yang luar biasa, Pemandian Mato Aia Dingin sudah dijadikan sebagai tempat mandi oleh penduduk setempat.

Hal ini dikarenakan airnya yang sangat jernih dan bening, sehingga masyarakat setempat pun menjaga sumber mata air itu. Ternyata seiring waktu tempat itu jadi kawasan wisata dan membuat banyak anak-anak menyukai tempat pemandian tersebut.

“Ternyata beberapa tahun belakangan ini Pemandian Mato Aia Dingin mulai didatangi oleh para pehobi photography underwater. Karena di bawah dasar pemandian ini sungguh eksotis,” ungkapnya.

Tak tertinggal salah satunya adalah dari tim Diving Proklamator Universitas Bung Hatta. Setelah dilakukan diving, ternyata kontur dasar bawah air Mato Aia Dingin benar-benar eksotis airnya yang memang begitu bening.

“Jadi sensasi menyelam di laut dengan air tawar itu memang berbeda. Tapi untuk spot menyelam di Mato Aia Dingin itu benar-benar bening dan indah,” ujar dia.

Kendati sangat jernih, Indra cukup khawatir karena dasar dari mata air itu terdapat pasir yang bercampur dengan lumpur. Untuk itu bagi para penyelam, harus mempunyai buoyancy atau kemampuan melayang yang baik.

“Jika tidak, pasir dan lumpur yang berada di dasar, akan terangkat naik karena kepakan fin atau terkena bagian tubuh kita yang naik turun,” kata Indra.

Melihat tempat menyelam yang begitu bagus, Indra berharap perlu adanya pengaturan dan pengetahuan penyelaman yang baik, agar lingkungan pemandian alami tetap terjaga dengan baik dan selalu lestari.

Bahkan menurut dia perlu ada campur tangan pemerintah daerah, harus mulai dilakukan pada tempat-tempat unik seperti Mato Aia Dingin tersebut, sehingga bisa menjadi salah satu andalan pariwisata alam setempat, sekaligus menjadi cagar alam yang aman bagi para penghuninya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Solok Selatan, Harry Trisna, mengatakan, soal pariwisata Solok juga menjadi bagian dari keindahan pariwisata di Sumatera Barat.

Begitu juga dengan Pemandian Mato Aia Dingin. Dimana ada objek wisata dengan air yang jernih dan sejuk sudah cukup populer bagi kalangan wisatawan. Bahkan sampai saat ini pun keasrian dari tempat itu tetap terjaga.

Ia menjelaskan di pemandian alami Mato Aia ini berbentuk dua kolam. Kolam yang lebih besar memiliki kedalaman sekitar 3 meter dengan dasar yang eksotis dan bahkan terkesan misterius.

“Ada yang tersedia untuk anak-anak dimana sangat dangkal dan ada untuk para dewasa sehingga bisa untuk berenang,” jelasnya.

Lihat juga...