Mercedes Siap Kunci Titel Juara Dunia Konstruktor ke-Tujuh

Pebalap tim Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, di Grand Prix Portugal, Sirkuit Algarve, Portimao. (25/10/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Setelah memecahkan rekor 92 kemenangan di Formula 1 akhir pekan lalu, Lewis Hamilton, bakal menjadi pusat perhatian kembali akhir pekan ini. Yaitu, ketika Mercedes ingin menyegel titel konstruktor ketujuh kalinya secara beruntun.

Di saat sirkus Formula 1 kembali ke Imola untuk pertama kalinya sejak 14 tahun silam, Mercedes hanya membutuhkan 11 poin untuk mengonfirmasi titel ketujuh mereka. Belum pernah ada tim yang meraih titel konstruktor sebanyak tujuh kali secara beruntun.

Mercedes, saat ini berbagi rekor gelar dengan Ferrari, yang menang enam gelar secara berturut-turut dari 1999-2004. Tim Silver Arrow saat ini memiliki keunggulan 209 poin dari rival terdekat mereka, Red Bull, di klasemen konstruktor dengan lima balapan tersisa.

Sebanyak 44 poin maksimal bisa dikemas tim di setiap lomba, dengan rincian 25 poin untuk juara, 18 poin untuk runner-up, dan tambahan satu poin untuk lap tercepat. Finis 1-2 Hamilton dan rekan satu timnya, Valtteri Bottas, di Portimao pekan lalu, merupakan kali keempat bagi kedua pebalap Mercedes itu mendominasi balapan musim ini. Di saat keduanya rata-rata mempersembahkan 36 poin bagi tim mereka per-lomba.

Dengan kata lain, jika salah satu dari mereka finis P4 akhir pekan nanti, maka itu cukup untuk membuat Mercedes berpesta. Namun, Mercedes dan para rival bakal mendapati tekanan ekstra, karena Grand Prix Emilia Romagna akhir pekan nanti, digelar dalam dua hari saja. Artinya, tidak ada sesi latihan bebas pada Jumat. Satu sesi latihan bebas akan digelar pada Sabtu sebelum kualifikasi.

Selain memimpin upaya Mercedes meraih kejayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Imola nanti, Hamilton akan menghadapi pertanyaan tentang masa depannya setelah sebelumnya, ada kesepakatan dengan sepuluh tim, untuk mendukung penerapan batas gaji mulai 2023. Juara dunia enam kali itu akan habis kontraknya dengan Mercedes akhir tahun ini, dan jelas, upaya pemangkasan biaya itu akan berdampak langsung terhadap negosiasinya dengan Mercedes.

Tim pabrikan Jerman itu telah menegaskan, mereka melihat Hamilton sebagai aset penting bagi brand mereka dan olahraga itu sendiri. Yaitu, di saat Formula 1 menikmati pertumbuhan cepat kelompok demografi anak-anak muda di era digital sekarang.

Hamilton direncanakan segera memulai pembicaraan terkait kontrak berdurasi tiga tahun setelah Mercedes meraih titel ketujuhnya. Pebalap Britania itu juga sedang menuju gelar ketujuhnya ketika 77 poin memisahkan dirinya dengan Bottas di klasemen.

Baik Hamilton maupun bos tim Mercedes, Toto Wolff mengatakan pada akhir pekan lalu, mereka ingin bersama di Mercedes tahun depan. Sedangkan batasan gaji telah disepakati menyusul diskusi dengan Komisi F1 pada lewat pertemuan virtual.

Rencana tersebut tinggal menunggu persetujuan Dewan Motor Sport Dunia. Wolff mengatakan, ia lebih suka menunda untuk kesepakatan jangka panjang dan menolak perpanjangan kontrak satu tahun, dan krisis kesehatan global menjadi salah satu faktor penghambat. “Covid benar-benar mengubah cara kami melakukan bisnis dan saya rasa semuanya harus diselesaikan tahun ini. Saya tidak ingin melakukan negosiasi lagi pada pertengahan tahun depan dan menyeretnya lagi. Kami semua harus konsentrasi kepada tugas kami, Lewis membalap, saya menjalankan tim dan Ola Kallenius (chairman Daimler) membuat semuanya tetap berjalan,” kata Wolff.

Bagi tim Mercedes modern, akhir pekan nanti akan menjadi kali pertama bagi mereka mengunjungi Imola. Wolff pun menantikan pengalaman yang mengejutkan. “Kita telah melihat balapan yang menarik di trek-trek baru tahun ini dan format akhir pekan yang pendek akan semakin membuatnya menarik,” kata dia.

Namun, Grand Prix Emilia Romagna akan digelar tanpa penonton, menyusul larangan dari otoritas setempat sebagai upaya pencegahan COVID-19, di saat terjadi peningkatan kasus di negara itu. Padahal, penyelenggara telah berencana membawa 13.000 penonton setiap harinya, dan keputusan mendadak itu cukup membuat bos Imola Umberto Salvatico Estense kesal. “Mendadak, empat hari sebelum ajang jadi tak banyak waktu untuk memberitahu orang-orang,” kata dia.

Imola akan menjadi sirkuit Italia ketiga yang menggelar balapan F1 tahun ini setelah Monza dan Mugello. Sirkuit itu akan selalu membangkitkan kenangan kelam musim 1994, ketika juara dunia tiga kali asal Brazil Ayrton Senna dan pebalap Austria Roland Ratzenberger meninggal karena kecelakaan. (Ant)

Lihat juga...