Mie Jecky, Olahan Mi Buruan Warga Kota Bandar Lampung

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Mie Jecky, adalah salah satu sajian kuliner yang banyak diburu warga kota Bandar Lampung. Sajian mi rebus dan goreng disukai warga sambil menikmati malam.

Prabowo, pemilik usaha Mie Jecky menyebut, mi adalah menu andalan yang disukai banyak pelanggan. Setiap hari, Prabowo bisa menghabiskan 20 kilogram mi dan lima kilogram kwetiau dan lima kilogram nasi, untuk menjalankan usahanya. Rasa khas dan unik, menjadi alasan pelanggan setia terus menikmati kuliner sajiannya.

Laki laki asal Jawa Tengah itu menyebut, penggunaan mi berkualitas membuat ia bisa menyajikan hidangan penggugah selera. “Saya menggunakan mi basah kuning yang diproduksi oleh salah satu industri rumahan di Teluk Betung, sehingga kualitas terjamin, penggunaan bumbu untuk mie dan kwetiau memakai bahan utama pada umumnya dengan sedikit resep rahasia buatan saya,” terang Prabowo kepada Cendana News, Sabtu (31/10/2020) malam

Mi biasa dibeli dalam ukuran kilogran, dengan bahan baku satu kilogram Prabowo bisa membuat sekitar tujuh porsi mie baik rebus maupun goreng. Proses pengolahan mi rebus cukup sederhana, mirip dengan sajian mi tek-tek.

Sajian mie jecky rebus yang menggugah selera – Foto Henk Widi

Pertama, siapkan bumbu berupa cabai merah, kemiri, bawang merah, bawang putih, telur dan kecap. Semua bahan tersebut kemudian diracik dengan cara dihaluskan, lalu ditumis saat proses memasak. “Bahan utama mi yang telah disiapkan dimasukkan kedalam tumisan, hingga semua bumbu meresap dalam mi hingga matang,” bebernya.

Sementara untuk mi goreng, proses memasknya hampir sama. Hanya saja ditambahkan sedikit minyak dan kecap. Penggunaan telur dalam proses memasak, akan disertakan saat penumisan bumbu, sehingga menambah rasa gurih. Penyedap alami diperoleh dari penambahan bawang daun, yang menambah keharuman proses memasak mi. “Usai dimasak mi akan diletakkan pada piring lalu diberi taburan bawang goreng,taburan seledri,suwiran daging ayam dengan tambahan kerupuk,” cetusnya.

Penambahan suwiran daging ayam, persis seperti saat penyajian soto, menjadi ciri khas mie Jecky. Kreasi itu menjadikan rasa gurih pada mi rebus dan goreng bisa didapatkan. Sebagian besar pelanggan menyukai mi buatannya yang variatif. Ia menjual mi rebus, goreng dan kwetiau perporsi Rp20.000. Setiap malam omzet diperoleh bisa mencapai dua juta atau seratus porsi.

Buyung Hadiyanto, warga Kota Panjang menyebut, dia kerap mampir di Mie Jecky. Rasa yang tak pernah berubah dengan ciri khas kelezatan pada kuah mi rebus, menjadi pilihan memanjakan lidah saat malam hari. “Kuahnya kental, paduan bumbu dan campuran telur yang ikut direbus bersama mi dan tambahan daging ayam,” paparnya.

Buyung Hadiyanto kerap mengajak rekannya makan di Mie Jecky sebagai menu makan malam. Harga yang sebanding dengan rasa, membuatnya tidak kecewa menyantap sepiring mi rebus dengan kerupuk.

Lihat juga...