MUI Imbau Umat Islam Boikot Produk Perancis

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam Indonesia agar memboikot semua produk Perancis, sebagai balasan atas sikap kebenciaan Presiden Perancis Emmanuel Marco yang telah menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi mengatakan hal tersebut setelah mencermati dan memperhatikan sikap Presiden Perancis Emmanuel Marco yang tidak menghiraukan dan mengubris sedikit pun peringatan umat Islam sedunia.

Presiden Marco masih tetap angkuh dan sombong dengan menjunjung tinggi kebebasan berekspresi yang sangat egostik dengan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Padahal kata Muhyiddin, Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) menyatakan penghinaan dan pelecehan kepada Nabi Besar Muhammad SAW bukanlah sebuah kebebasan berekspresi.

Dengan sikapnya yang angkuh, Presiden Perancis Emmanuel Marco hanya memperhatikan kepentingan saja, dan tidak peduli kepada kepentingan dan keyakinan masyarakat dunia lainnya, terutama umat Islam yang jumlahnya lebih dari 1,9 miliar di muka bumi ini.

Muhyiddin menegaskan, umat Islam Indonesia tidak ingin mencari musuh. Umat Islam hanya ingin hidup berdampingan secara damai dan harmonis.

Tetapi jika Presiden Marco tidak menginginkan dan tidak mengembangkan sikap bertoleransi dan saling hormat menghormati.

“Umat Islam Indonesia siap untuk membalas sikap dan tindakan Presiden Marco dengan memboikot semua produk yang datang dari Perancis, hingga Presiden Marco meminta maaf kepada umat Islam sedunia,” ujar Muhyiddin dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Jumat (30/10/2020).

MUI mendukung sikap Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan anggotanya seperti Turki, Qatar, Kuwait, Pakistan, da Bangladesh yang telah memboikot semua produk Perancis

MUI juga kata Muhyiddin, mendesak kepada Mahkamah Uni Eropa untuk segera mengambil tindakan dan hukuman kepada Perancis atas tindakan dan sikap Presiden Emmanuel Marco yang telah menghina dan melecehkan Nabi Nesar Muhammad SAW.

“Mahkamah Uni Eropa harus menghentikan segala tindakan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW, termasuk perbuatan karikartur dan ucapan kebencian dengan alasan apapun juga,” tukas Muhyiddin.

Selain itu, MUI juga mengimbau umat Islam agar kiranya dalam menyampaikan aspirasi hendaknya dilakukan secara damai dan beradab.

“Bagi semua khatib dan mubakiq dalam menyampaikan materi kutbah diimbau agar menyampaikan pesan untuk mengecam dan menolak terhadap penghinaan atas diri Rasulullah Muhammad SAW,” tutupnya.

Lihat juga...