Mulai 2025, Praktik Bidan Mandiri Harus S1

Editor: Koko Triarko

Rektor STIKES Sumatra Barat, Hj. Nurtati/ -Ist.

PARIAMAN – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Sumatra Barat, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, mulai menyambangi sejumlah instansi untuk mempersiapkan penerapan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Kebidanan.

Rektor STIKES Sumatra Barat, Hj. Nurtati, mengatakan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Kebidanan itu menyebutkan, bahwa mulai 2025 praktik bidan mandiri hanya diperuntukkan bagi Bidan Berpendidikan Profesi, sedangkan bidan dengan kualifikasi pendidikan diploma hanya dapat menjalankan praktik di fasilitas kesehatan.

“Dalam undang-undang itu kita perlu memastikan juga, bahwa para mahasiswa yang tengah menempuh profesi bidan bisa mendapat tempat untuk tugas belajar praktik bidan. Makanya, perlu juga saya mendatangi pihak dari Pemerintah Kota Pariaman,” katanya dihubungi dari Padang, Kamis (8/10/2020).

Ia menjelaskan, STIKES Sumatra Barat berdiri sejak 2008 dan dulu dikenal dengan Akademi Kebidanan Sumatra Barat. Lalu, pada 2018 berubah menjadi STIKES Sumatra Barat dengan penambahan tiga Program Studi, yaitu S1 Farmasi, S1 Kebidanan dan Profesi Bidan dengan status Akreditasi B dari BAN-PT.

Nurtati mengungkapkan, karena bidan lulusan diploma di Kota Pariaman sangat banyak, maka dia berharap dapat menyandang status sebagai Bidan dengan Pendidikan Profesi sesuai peraturan pemerintah yang akan berlaku pada 2025 mendatang.

“Saya telah bertemu dengan pihak Pemko Pariaman dan sambutan mereka positif. Bahkan, selanjutnya untuk STIE Sumatra Barat Pariaman, kita juga berencana akan melakukan MoU dengan Pemko Pariaman, terkait Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SAGA SAJA) dan Satu Desa Satu Tenaga Penyuluh,” sebutnya.

Nurtati yang memiliki sejumlah kampus yang dipimpinnya, yaitu kampus STIE Sumatra Barat Pariaman, STIKES Sumbar, STIKES Nan Tongga, dan dalam waktu dekat STIKES Nan Tongga, akan menjadikannya Universitas di Kota Pariaman.

“Kampus yang saya pimpin itu telah memenuhi prosedur dan layak untuk dijadikan sebagai universitas,” ujarnya.

Untuk itu, Nurtati pun melakukan kerja sama, STIKES Sumatra Barat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Pariaman untuk tugas belajar praktik bidan.

Kerja sama ini dalam upayanya untuk mengantisipasi agar praktik bidan tersebut tidak terputus, dengan segera melakukan izin belajar dari beberapa tenaga kesehatan di lingkungan ASN Pemko Pariaman.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Pariaman, Kanderi, mengatakan pihaknya akan membahas berbagai program tentang pendidikan, terutama soal penguatan bidan-bidan desa sesuai aturan pemerintah yang mengharuskan mereka untuk memiliki predikat S1 atau Profesi Bidan.

Ia mengaku, di lingkungan Pemko Pariaman banyak lulusan D3 di puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan, maka dalam hal ini dilakukan kesepakatan MoU.

Kanderi juga mengapresiasi langkah STIE Sumbar Pariaman yang akan naik tingkat menjadi Universitas di Kota Pariaman. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah berita yang sangat baik.

“Sesuai visi dan misi Pemko Pariaman, bahwa ingin meningkatkan SDM agar dalam melakukan tugas, meningkatkan ilmu pengetahuannya dalam kehidupan bermasyarakat, dan makin baik dalam tatanan kehidupan ekonomi, sehingga mampu mengatasi pengangguran,” sebutnya.

Lihat juga...