Nasi Nyangku Hidangan Lezat yang Menghidupkan Kembali Tradisi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Generasi sekarang mungkin tidak banyak yang mengenal daun nyangku, pembungkus hidangan jaman dulu saat warga menggelar kenduri. Kini kembali dibangkitkan penggunaannya melalui hidangan nasi nyangku.

Pemilik warung makan nasi nyangku, Darisiti di Baturaden, Sabtu (17/10/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Daun nyangku ini berbentuk lebar dan memanjang, serta seratnya cukup kuat, sehingga sangat cocok dijadikan pembungkus nasi. Selain unik, daun nyangku juga memberikan aroma khusus pada makanan.

Pemilik Oemah Nyangku, Darsiti mengatakan, hidangan yang disediakan seperti nasi rames, dalam satu piring yang dilapisi daun nyangku, sudah dilengkapi aneka lauk. Seperti tumis pakis, oseng tempe, ayam ataupun daging serta sambal.

Darsiti menuturkan, kakek-neneknya dulu selalu menggunakan daun nyangku jika menggelar hajatan. Ia sempat menikmati nasi nyangku buatan neneknya dan aromanya memang menggugah selera. Karena itu, saat memulai usaha kuliner tahun 2015 lalu, ia memilih untuk menggunakan daun nyangku sebagai ciri khas warung makannya.

“Meskipun di pasar-pasar tradisional daun nyangku sulit diperoleh, namun tidak khawatir. Sebab, di rumah saya menanam pohon nyangku cukup banyak,” kata Darsiti kepada Cendana News, Sabtu (17/10/2020).

Untuk satu porsi nasi nyangku lauk ayam negeri dibandrol dengan harga Rp 18.000 dan jika menggunakan ayam kampung harganya Rp 20.000. Untuk lauk daging harganya bervariasi mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 30.000.

Salah satu pelanggan nasi nyangku, Eviyanti mengatakan, selain menarik dari sisi cara menghidangkan, aroma dan rasa masakan nasi nyangku juga lezat. Ia mengaku paling suka dengan tumis pakis dan lauk ikan mujair.

“Nasi nyangku ini komplit, penampilan menarik dan unik, dan rasanya juga lezat, sangat menggugah selera makan,” kata Evi yang mengatakan kerap mengunjungi nasi nyangku di akhir pekan bersama keluarga serta teman-temannya.

Daun nyangku tidak hanya disediakan untuk pelanggan yang makan di tempat, tetapi jika memesan nasi nyangku untuk dibawa pulang, juga akan dibungkus dengan daun nyangku.

Dalam sehari warung nasi nyangku ini harus menyediakan daun nyangku sampai 200 lembar lebih. Semua stok daun nyangku, diperoleh Darsiti dengan memetik di kebunnya sendiri.

Lihat juga...