Nikmatnya Nasi Kuning Berkuah ala Gorontalo di Bogor

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Setiap daerah di Indonesia pasti punya nasi kuning. Yang berbeda hanya kekhasan penyajiannya. Untuk nasi kuning Gorontalo, para penikmat kuliner akan dipuaskan dengan taburan abon ikan dan kuah kaldu ayam.

Nasi kuning yang dipadukan dengan kuah mungkin terasa aneh bagi penikmat kuliner di tanah Jawa tapi menurut Leader Kedai Pelangi Willy Hanggoro, hal itulah yang membuat nasi kuning Gorontalo mendapatkan tempat tersendiri di wilayah Cimanggis, Gunung Putri.

“Kekhasannya adalah abon ikan yang ditaburkan di atas nasi kuning. Tidak harus cakalang. Bisa juga tuna atau tongkol. Yang penting saat pembuatan abonnya, betul-betul terjaga kesegaran ikannya,” kata Willy saat di temui di Kedai Pelangi Podomoro Golf View Bogor, Sabtu (3/10/2020).

Selain abon ikan, di atas nasi kuningnya juga diberi irisan telor dadar.

“Kaldu yang menyertai nasi kuning Gorontalo ini juga yang membuatnya berbeda. Kadang-kadang pengunjung suka bertanya, memang enak ya nasi kuning pakai kuah. Tapi setelah mereka coba, ternyata dengan paduan rasa yang pas, jadinya ya enak,” ucapnya.

Leader Kedai Pelangi Willy Hanggoro (berdiri) saat menyajikan nasi kuning Gorontalo kepada pengunjung, Sabtu (3/10/2020). -Foto Ranny Supusepa

Kuah kaldu itu, menurutnya, dibuat dari rebusan leher, kepala dan ceker ayam. Lalu ditambah tumisan bawang merah dan bawang putih, serai dan rebusan batang seledri.

“Sangat penting untuk menjaga kuah ini tetap bening. Sehingga saat dipadukan dengan soun, telor bulat dan ayam akan terlihat semua isinya,” ucapnya lebih lanjut.

Mengolah nasi kuning Gorontalo ini, lanjutnya, membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Masaknya tidak bisa menggunakan magic com atau rice cooker. Tapi ditanak pelan-pelan hingga matang. Harus diaduk terus mulai awal masak hingga matang, bersama santan, kunyit, serai, daun salam, lengkuas, garam dan merica,” urai Willy.

Memasaknya pun harus menggunakan api kecil, untuk memastikan tidak gosong dan beras termasak dengan sempurna.

“Untuk jumlah beras yang tidak terlalu banyak, itu butuh sekitar 30-40 menit hingga matang sempurna. Dan ingat, gak boleh lupa diaduk, jangan ditinggal-tinggal,”  katanya tegas.

Intinya, kesabaran memasak dan kesegaran bumbu yang dipergunakan adalah kunci untuk menghasilkan nasi kuning Gorontalo yang nikmat.

“Kalau di Gorontalo-nya, harganya Rp22 ribu seporsi. Tapi di sini, saya menjual Rp25 ribu per porsi. Peminatnya cukup banyak. Setiap hari yang dibikin pasti habis,” imbuhnya.

Saat ditanyakan, apakah sulit untuk bisa mendapatkan hasil nasi kuning Gorontalo yang bercita rasa asli, Willy yang memiliki latar belakang sebagai chef selama bertahun-tahun ini menyatakan tidak sulit.

Lihat juga...