Nikmatnya Sensasi Khas Soto Betawi

Editor: Mahadeva

Abah Inah sedang menuangkan potongan daging dan kentang goreng serta tomat ke dalam mangkok lalu diberi kuah santan di warungnya di Jalan Pertengahan, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (31/10/2020). Soto Betawi pun siap disantap oleh pembeli. Foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA – Ibu Kota DKI Jakarta, mempunyai aneka makanan bercitarasa khas, salah satunya Soto Betawi. Kuliner soto yang memiliki sensasi cita rasa berbeda dengan soto dari daerah lain.

Soto Betawi, disajikan berkuah santan di dalam mangkok, dengan isian irisan daging, potongan kentang goreng, bawang goreng, daun bawang, dan irisan tomat. Taburan emping, jeruk nipis, sambal dan acar, menjadi pelengkap kelezatan saat disantap bersama nasi putih hangat.

Racikan yang terjaga, menjadi rahasia kenikmatan soto Betawi. Keberadaan bumbu rempah-rempah, yang diolah secara tradisional dengan diuleg hingga halus, salah satu rahasinya. “Semua bumbu rempah penyedap diuleg bukan diblender. Ini menjadikan aroma soto lebih nikmat dan gurih. Saya berusaha menjaga kualitas rasa, biar nggak kecewain pembeli,” ujar Inan, pemilik sekaligus pengelola warung Soto Abah Inan, kepada Cendana News, Sabtu (31/10/2020).

Selain bahan utamanya daging sapi, penikmat soto Betawi di warung Abah Inan juga bisa menikmati pilihan isi kuah santannya dengan babat atau suwiran daging ayam. “Pembeli bisa menikmati soto ini sesuai seleranya, mau daging, babat atau daging ayam. Yang pasti, saya tidak mengurangi cita rasa asli dari Soto Betawi ini,” ungkap pria kelahiran 69 tahun lalu tersebut.

Soto Betawi, racikan warung Soto Abah Inan di Jalan Pertengahan, Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur, pada Sabtu (31/10/2020). Foto: Sri Sugiarti.

Satu porsi soto Betawi daging sapim dibandrol Rp19.000, lengkap dengan nasi putih. Jika hanya sotonya saja, pembeli cukup meronggoh uang Rp15.000. Sedangkan untuk soto Betawi campur dengan isian daging dan babat, ditarif semangkok Rp16.000. Dan soto Betawi daging ayam seharga Rp14.000. Namun, yang paling laku adalah soto Betawi daging sapi. Dalam sehari bisa menghabiskan lima kilogram daging sapi. “Yang laris, soto daging sapi. Dulu sebelum Covid-19, itu sehari ngabisin delapan kilo daging sapi, sekarang turun lima kilo. Ya ada dampaknya, tapi kita harus tetap bersyukur masih bisa jualan,” imbuh warga asli Jakarta tersebut.

Pada proses pembuatan soto sapi, bahan utama yang digunakan adalah daging sapi yang sudah dimasak presto. Isian seperti babat, daging ayam semuanya dipresto, meski prosesnya dilakukan secara terpisah. Daging sapi yang dipresto memberi sensasi testur daging menjadi empuk dan tidak alot. Begitu juga dengan babat dan daging ayam.

Untuk membuat kuahnya, semua bumbu rempah dihaluskan dengan cara diuleg. Kemudian bumbu ditumis bercampur daun sereh, daun jeruk nipis dan daun salam, hingga matang dan memunculkan aroma sedap dan wangi. Setelah itu bumbu tersebut di masukan ke dalam rebusan air santan, lalu bero garam dan aduk merata sampai matang.

Menurut Inan, soto Betawi merupakan menu legendaris masyarakat Jakarta, yang disajikan di berbagai acara. Bahkan menjadi santapan tak kenal waktu, bisa dinikmati pagi, siang ataupun malam. Sensasi soto Betawi tetap memberikan kenikmatan kapanpun disantap. “Soto Betawi ini menu harian, rasanya gurih bisa untuk sarapan dan makan malam. Apalagi ini musim ujan, terasa segar nyantapnya,” ujar Inan.

Ditangan Inan, usaha soto Betawi tersebut sudah bertahan hingga memiliki banyak pelanggan. Usaha tersebut telah dirintis sejak 12 tahun lalu, dan pada awalnya hanyalah sebuah warung rumahan di daerah Kalisari, Jakarta Timur. Setelah berjalan tiga tahun, kemudian dipindah ke Jalan Pertengahan Kelurahan Cijantung, Jakarta Timur. Dan di tempat baru tersebut sudah berjalan sembilan tahun. “Jadi, ya sudah 12 tahun jualan soto ini. Alhamdulillah berkah untuk keluarga, saya masih bisa melestarikan makanan khas Betawi, resep dari orangtua tetap dijaga,” pungkasnya.

Lihat juga...