Optimalkan Penggunaan Masker Cegah Penularan Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Masyarakat di Lampung Selatan (Lamsel) terus diminta untuk disiplin menggunakan masker guna mencegah penularan Covid-19.

Jimmy Banggas Hutapea, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, menyebut, cara tersebut efektif cegah penularan imbas droplet atau percikan sekresi air ludah saat bersin, batuk. Droplet dari seseorang yang positif berpotensi menular.

Jimmy Banggas Hutapea (kiri), Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan sekaligus Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lamsel, saat ditemui, Jumat (16/10/2020) – Foto: Henk Widi

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Selatan itu, menyebut, edukasi soal penggunaan masker harus digencarkan. Sesuai instruksi dari World Health Organization (WHO) penggunaan masker jadi cara efektif penularan Covid-19.

Selain itu kesadaran setiap individu perlu ditingkatkan memakai masker diiringi cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, memakai hand sanitizer.

Jimmy, sapaan akrabnya mengatakan, setiap individu harus mulai sadar berpotensi menjadi pembawa (carrier) virus Covid-19. Langkah yang tepat dilakukan dengan tidak kontak fisik dengan anggota keluarga seusai bekerja.

Bagi pekerja potensial di wilayah yang rentan terpapar seperti pasar, pelabuhan, bandara dan tempat umum wajib melakukan langkah menjaga kebersihan.

“Para pekerja rentan di jalur pintu masuk dan keluar pulau Sumatera. Seperti pekerja pelabuhan wajib mematuhi protokol kesehatan, usai pulang ke rumah sebaiknya mandi dan ganti baju. Karena bisa berpotensi menjadi orang tanpa gejala,” terangnya, saat ditemui Cendana News di Bakauheni, Jumat (16/10/2020).

Penambahan kasus Covid-19 di Lamsel, tambah Jimmy, jadi warning sejumlah pihak. Ia menyebut, masuk dalam wilayah zona orange, tim gugus tugas penanganan Covid-19 di Lamsel belum dibubarkan. Tim dari level kabupaten, kecamatan hingga desa, wajib melakukan pengawasan dan pendisiplinan prokes di tempat umum.

Potensi penularan melalui droplet menjadikan penggunaan masker wajib dilakukan. Sejumlah desa sebutnya, telah menganggarkan dana desa untuk pembuatan masker dan dibagikan gratis kepada masyarakat. Pendisplinan prokes pada sejumlah pasar dilalukan meminimalisir terjadinya penularan Covid-19.

“Bagi golongan rentan seperti anak-anak dan orangtua, sebaiknya harus lebih menjaga kesehatan dengan tetap di dalam rumah,” bebernya.

Jimmy menambahkan, per 15 Oktober 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 97 orang. Terakhir seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berinisial E (46) warga Kecamatan Natar. Isolasi mandiri telah dilakukan. Sesuai data tersebut tercatat sebanyak 96 kasus lama dan 1 kasus baru. Kasus kematian akibat Covid-19 tetap 3 orang.

Sejumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 yang telah melalukan test swab dan melalukan isolasi mandiri sebanyak 15 orang. Sebanyak 79 orang yang telah melakukan isolasi mandiri dan dilalukan swab dinyatakan sembuh.  Disiplin diri dari para penyintas Covid-19 menjadi cara agar sembuh dari virus tersebut.

Suwoyo, koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang, Wilayah Kerja (Wilker) Bakauheni, menyebut, disiplin prokes terus dilakukan. Sebagian pelaku perjalanan yang akan bepergian memakai kapal sebagian secara sadar melakukan rapid test.

Suwoyo, Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang Wilker Bakauheni, Lampung Selatan saat ditemui, Jumat (16/10/2020) – Foto: Henk Widi

Sejumlah pelaku perjalanan juga memiliki kartu kendali kesehatan elektronik. Aplikasi yang disebut electronic health alert (e-hac) tersebut tersedia di smartphone.

“Kesadaran memakai masker karena penularan Covid-19 melalui droplet sudah meningkat bagi pelaku perjalanan,” cetusnya.

Pelaku perjalanan yang berasal dari zona merah penyebaran Covid-19 sebutnya, wajib memiliki e-hac. Aplikasi tersebut sekaligus memudahkan tracing atau penelusuran wilayah yang pernah dikunjungi.

Pelaku perjalanan yang berasal dari zona merah penyebaran Covid-19 wajib melalukan isolasi mandiri. Permintaan rapid test mandiri juga bisa dilakukan pada Puskesmas bagi pelaku perjalanan.

Lihat juga...