Otoritas Portugal Izinkan Kehadiran 27.500 Penonton di GP Algarve

Ilustrasi balapan Formula 1 Grand Prix Eifel, Sirkuit Nurburgring, Jerman, Minggu (11/10/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Pemerintah Portugal mengizinkan kehadiran penonton, meski akan dibatasi sebanyak 27.500 orang setiap harinya di Sirkuit Algarve, ketika trek yang berada di kota Portimao itu menggelar Grand Prix Formula 1 akhir pekan ini.

Balapan di kota yang berada di bagian selatan negara tersebut akan menjadi Grand Prix pertama kalinya di Portugal, setelah terakhir digelar di 1996. “Karena kapasitas total sekitar 90.000 bangku, dan mengingat situasi epidemiologis saat ini, kapasitas yang diizinkan untuk ajang ini adalah 27.500 bangku,” demikian rilis resmi juru bicara pemerintah setempat, Rabu (21/10/2020).

Penyelenggara akan membuat sejumlah tribun terpisah dengan kapasitas bermacam-macam, dan dibagi ke beberapa sektor yang terdiri dari kurang lebih 800 penonton. Direktur sirkuit Algarve pada Agustus mengatakan, sebanyak 28.000 tiket telah terjual, namun ia memperingatkan para fan bisa saja tidak diizinkan menonton langsung di sirkuit jika pandemi semakin buruk. Karus terkait virus corona di Portugal melewati angka 100.000 pada Senin (19/10/2020), beberapa hari setelah upaya baru yang lebih tegas diterapkan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Sementara itu, Lewis Hamilton dan tim Mercedes, bisa mencetak sejarah di Formula 1 pada Minggu (25/10/2020), ketika Portugal untuk pertama kalinya setelah 24 tahun kembali ke kalender balapan yang terganggu oleh pandemi di tahun ini.

Juara dunia enam kali itu telah menyamai capaian 91 kemenangan Grand Prix Michael Schumacher, dua pekan lalu di Nurburgring, Jerman. Dan kali ini, ia memiliki kesempatan untuk memecahkan rekor tersebut. Sementara Mercedes, mendapat kesempatan pertama mereka untuk mengunci gelar konstruktor ketujuh kalinya secara beruntun, pada seri kali ini. Agar ambisinya tercapai, tim juara bertahan itu perlu mengemas 40 poin lebih banyak dari Red Bull, yang berarti mereka harus finis 1-2 atau 1-3, dengan syarat tim rival finis tanpa poin.

Tim pabrikan Jerman itu saat ini unggul 180 poin, dengan lima balapan tersisa setelah Portugal, yang menawarkan total 220 poin hingga akhir musim. Di bawah sistem poin baru di F1, tim bisa mengakumulasikan maksimal 44 poin dalam satu balapan lewat finis 1-2 serta mencetak waktu tercepat. Proposisi yang lebih realistis adalah, Mercedes mengklaim titel konstruktor di Imola satu pekan mendatang, ketika cukup menjaga margin 176 poin.

Red Bull telah dua kali gagal mengemas poin dari 11 balapan yang telah digelar musim ini, sedangkan Hamilton telah tujuh kali naik podium teratas dengan rekan satu timnya, Valtteri Bottas dua kali dan kini terpaut 69 poin di klasemen pebalap dengan enam balapan tersisa.

Mercedes telah mencetak 40 poin atau lebih di enam balapan, dengan tiga kali finis 1-2, namun dari semua situasi itu Red Bull mampu mencuri sedikitnya 15 poin. Bottas gagal menyelesaikan lomba di Nurburgring karena masalah power unit, yang menjadi pukulan keras terhadap peluangnya berebut gelar tahun ini. “Kami telah mengidentifikasi komponen elektronik yang rusak di kontrol elektronik sebagai penyebab masalahnya dan bukti menunjukkan bahwa kesigapan menghentikan mobil mencegah kerusakan mekanis di power unit dia,” kata bos tim Mercedes, Toto Wolff. (Ant)

Lihat juga...