Pandemi Corona Perajin NTB Diminta Tetap Produktif

MATARAM – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengajak para perajin tetap produktif di tengah pandemi COVID-19 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Inilah yang menjadi tugas kami di Dekranasda, yakni memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh perajin di NTB, terlebih di masa pandemi ini,” ujarnya saat mengunjungi perajin tenun Pringgasela di Lombok Timur, Minggu.

Menurut dia, dalam keterangan tertulis yang diterima di Mataram, pandemi COVID-19 telah menghambat seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali perekonomian.

Berbulan-bulan didera wabah corona, membuat semua bidang pekerjaan mengalami penurunan produktivitas yang tentu berdampak pula pada pendapatan.

Begitu juga yang dirasakan para perajin termasuk di NTB. Banyak dari para perajin terpaksa harus mengurangi bahkan tidak berproduksi pada awal COVID-19 melanda.

Namun perlahan, perajin mulai berkarya guna memulihkan kembali perekonomian yang sudah lama terhenti akibat COVID-19.

Perajin mulai bangkit dan melakukan pekerjaan yang mereka cintai tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

Ia menegaskan hidup aman dan produktif menjadi pilihan masyarakat di tengah situasi pandemi COVID-19 yang belum kunjung usai.

Dengan hal ini, masyarakat akhirnya tetap mampu menjalankan aktivitas dan tetap menjaga diri agar terhindar dari virus corona.

Cara mencegah COVID-19, menurut Niken, tidaklah sulit, asalkan disiplin diterapkan. Imbauan seperti menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan sudah terbukti ampuh mencegah virus masuk ke dalam tubuh.

“Prinsip kita sekarang, bagaimana agar kita aman dan juga tetap produktif, caranya adalah tentu dengan mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, istri Gubernur NTB itu meminta perajin terus belajar dan menggali potensi yang dimiliki.

Waktu luang saat pandemi berlangsung dapat menjadi momentum untuk terus mengasah diri.

“Tidak hanya belajar menenun, tapi kita bisa belajar membuat produk itu menjadi sesuatu yang bisa langsung digunakan, jadi tentu akan ada nilai tambahnya,” katanya.

Karena itu, ia mengajak para perajin dan juga pengusaha pada umumnya untuk berani memanfaatkan teknologi di dalam memasarkan karyanya.

Terlebih pada situasi saat ini, digitalisasi menjadi sebuah keharusan agar usaha-usaha masyarakat dapat tetap bertahan dan terus berjalan.

Niken pun memperkenalkan aplikasi marketplace milik pemda yaitu NTB Mall yang merupakan terobosan dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

Melalui aplikasi ini, penjual dan konsumen dapat bertransaksi tanpa harus bertatap muka, sehingga akan mengurangi risiko terpapar COVID-19.

“Satu-satunya cara menjual produk kita saat ini adalah dengan menjualnya secara online, nanti karya perajin bisa dijual melalui NTB Mall tersebut,” ucapnya.

Tak lupa juga, ia mengajak masyarakat NTB agar bangga dan cinta akan produk lokal.

Ia menilai produk lokal yang tak kalah bagusnya, akan dapat bersaing apabila mulai dihargai dan dicintai oleh masyarakat di daerah itu sendiri.

Sementara itu, Wakil Ketua II Dekranasda Kabupaten Lombok Timur, Nurhidayati Taufik, menambahkan saat ini ada ratusan perajin di Kabupaten Lombok Timur.

Tidak dipungkiri, COVID-19 telah membuat mata pencaharian ini mendapatkan kesulitan.

“Untuk itu, perlu upaya yang lebih dalam memulihkan perekonomian masyarakat,” terangnya.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan kepada masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol kesehatan agar pandemi segera berlalu.

“Kami imbau kepada masyarakat, khususnya di Pringgasela di dalam beraktivitas agar tetap mengutamakan protokol kesehatan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...