Pantai Batu Putih Alternatif Tempat Melepas Penat di Akhir Pekan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Destinasi wisata bahari, masih menjadi salah satu alternatif untuk bersantai menikmati akhir pekan. Pantai Batu Putih, salah satu objek wisata di pesisir timur Lampung Selatan, biasa menjadi pilihan warga setempat untuk menikmati akhir pekan.

Hadi Kusuma, Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Batu Putih Bahari menyebut, Pantai Batu Putih berada di dekat akses Jalan Lintas Timur Sumatera. Berjarak hanya ratusan meter dari Jalan Lintas Sumatera. Akses menuju lokasi didukung keberadaan jalan beraspal yang mulus. Pemandangan pantai berpasir yang berpadu dengan batu padas putih, menjadikan pantai tersebut dikenal dengan sebutan pantai Batu Putih. Di pesisir sisi Timur pantai, tersuguhkan keberadaan Pulau Sekhom Balak dan Pulau Sekhom Lunik.

Sejak proses perehaban tanggul penangkis, objek wisata pantai tersebut semakin menarik minat warga untuk datang. Tanggul penangkis sepanjang ratusan meter, yang dimodifikasi menjadi tempat duduk, saat ini menjadi lokasi favorit untuk bersantai.

Saat akhir pekan atau hari libur, Pantai Batu Putih didatangi ratusan pengunjung untuk bersantai. “Pantai terbuka didukung dengan keberadaan pohon kelapa sebagai peneduh, sehingga wisatawan tetap bisa menikmati suasana yang indah, bagi yang membawa anak-anak, bisa mandi dan berenang,” terang Hadi Kusuma kepada Cendana News di Pantai Batu Putih, Minggu (18/10/2020).

Pantai Batu menjadi alternatif untuk dikunjungi, karena berdekatan dengan dua objek wisata religi masjid dan makam Al Habib Ali Bin Alwi Al Idrus, yang merupakan objek wisata bagi umat Muslim. Dan Pura Segara Batu Putih yang dikunjungi umat Hindu. Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata religi, bisa langsung mendatangi pantai tersebut untuk menikmati suasananya. Pengunjung dapat memarkir kendaraan di lapangan dekat Pura Batu Putih, yang bisa menampung ratusan kendaraan mobil dan motor.

Saat proses pengembangan objek wisata bahari ia menyebut, pengelola pantai Batu Putih Bahari belum menarik uang parkir. Sementara para pengunjung masih diminta kerelaan untuk jasa menunggu kendaraan. “Kita masih akan terus kembangkan objek wisata bahari dengan sejumlah tempat toilet dan saung untuk berteduh,” tandas Hadi Kusuma.

Sebagai lokasi pelepas penat, saung-saung dapat dengan mudah ditemukan di atas tebing. Sementara di bawah sejumlah pohon beringin, yang ada di tepi pantai, bisa dimanfaatkan untuk menikmati suasana pantai yang tenang dan nyaman.

Hansim, kepala Desa Ketapang Kecamatan Ketapang Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News di pantai Batu Putih,Minggu (18/10/2020)- Foto Henk Widi

Hansim, Kepala Desa Ketapang menambahkan, pengembangan destinasi wisata bahari terus dilakukan. Secara legalitas, objek wisata bahari akan dikelola oleh Pokdarwis. Puluhan pengelola Pokdarwis telah bergabung untuk dilibatkan, baik sebagai juru parkir, petugas keamanan dan petugas lain. View yang tersaji, menjadi andalan untuk menikmati objek wisata bahari tersebut. “Keberadaan objek wisata pantai Batu Putih jadi alternatif sebab atraksi yang ditawarkan cukup beragam,” cetusnya.

Sejumlah fasilitas penyewaan ban, dan warung makan, menjadi sumber penghasilan warga. Pengembangannya akan menjadi sumber pemasukan ekonomi warga. Dengan demikian, akan menjadi sumber pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dukungan dari pemerintah desa, akan diberikan untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Hansim menyebut, kunjungan wisatawan saat hari biasa mencapai ratusan orang. Saat akhir pekan, jumlahnya mencapai sekira 400-an orang.

Kodrat Sumardi, salah satu wisatawan asal Desa Ruguk yang datang bersama istri mengaku, baru pertama kali datang ke pantai tersebut. Objek wisata dinilai sangat cocok, untuk dinikmati bersama keluarga. Selain sajian pantai yang jernih, sejumlah saung di atas tebing jadi tempat bersantai bersama keluarga saat akhir pekan.

Lihat juga...