Pantai Wisata Wairterang di Sikka Minim Fasilitas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pantai wisata Wairterang di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepi pengunjung akibat dampak merebaknya pandemi Corona.

Pantai wisata ini juga masih minim fasilitas seperti kamar mandi dan WC serta pelampung bagi pengunjung yang akan berenang menikmati tenangnya  Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere.

“Ada WC dan kamar mandi tetapi sudah dibakar orang tak dikenal saat malam hari dan sekarang belum dibangun,” kata Marinus Levenalis, penjaga pantai wisata Wairterang, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui Cendana News di lokasi pantai wisata, Minggu (18/10/2020).

Penjaga pantai wisata Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, Marinus Levenalis, saat ditemui di lokasi pantai wisata, Minggu (18/10/2020). Foto: Ebed de Rosary

Marinus mengatakan, ada juga bekas ban dalam motor untuk pelampung saat berenang dan ayunan. Namun fasilitas ini juga sudah dirusak oleh orang tak dikenal yang datang ke pantai wisata ini.

Dirinya mengaku, ada seorang petugas lainnya yang menjaga pantai wisata ini dan setiap hari membersihkan sampah di sepanjang lokasi pantai untuk dikumpulkan dan dibakar.

“Saya hanya bertugas menjaga pantai setiap hari Minggu saja. Sedangkan teman satunya setiap hari jaga di pantai ini. Dia bertugas membersihkan sampah dan digaji per bulan Rp600 ribu,” terangnya.

Marinus mengaku, mendapat upah  komisi yang diperoleh dari karcis parkir kendaraan, sesuai dengan pemasukan yang diterima. Bila pemasukan kurang maka sistemnya dibagi rata antara dia dan pemerintah Desa Wairterang.

Sejak Corona sebutnya, pengunjung sepi dimana sebelumnya bisa memperoleh pendapatan dari parkir minimal sebesar Rp300 ribu. Tapi saat ini maksimal hanya memperoleh pemasukan Rp150 ribu saja.

“Kami hanya menarik retribusi parkir dan sewa tempat duduk dilengkapi meja seharga Rp10 ribu selama kunjungan. Paling ramai cuma hari Sabtu dan Minggu saja dan ada juga wisatawan lokal yang datang dalam rombongan besar,” tuturnya.

Untuk jasa parkir kendaraan, kata Marinus, sepeda motor dikenakan tarif Rp2 ribu sementara mobil Rp5 ribu sekali parkir dengan waktu tidak terbatas. Tergantung lamanya pengunjung berada di lokasi pantai wisata ini.

Selain pantai wisata berpasir hitam yang indah dan airnya tenang sebutnya, wisatawan asing sering diving dan snorkeling di laut dangkal di dekat pantai wisata ini, di sisi barat. Di mana ada sebuah bangkai kapal perang Jepang yang tenggelam akibat terkena bom.

“Saya berharap pemerintah bisa menata pantai wisata ini agar lebih menarik dan banyak dikunjungi wisatawan. Kalau bisa kami petugas diberi seragam agar bisa dikenali orang,” harapnya.

Seorang pengunjung pantai wisata Wairterang, Yosef Tote, saat ditanya mengaku, sering mampir beristirahat di tempat ini melepas penat, saat mengendarai sepeda motor dari Kota Maumere ke Larantuka.

Menurut Yosef, pantai wisata ini bagus dan airnya tenang. Karena berada di Teluk Maumere dan banyak pepohonan besar di pantainya sehingga terasa sejuk.

“Kalau bisa pantai ini ditata lebih menarik dan fasilitasnya dilengkapi. Serta ada tarif masuk resmi agar bisa banyak dikunjungi wisatawan,” ungkapnya.

Lihat juga...