Pariwisata Lokal di Flores Mulai Menggeliat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Pariwisata di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sempat lumpuh akibat merebaknya wabah Corona kini mulai menggeliat.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi NTT, Agustinus Manua Bataona saat ditemui di rumahnya, Minggu (11/10/2020). Foto : Ebed de Rosary

Taman Nasional Komodo (TNK) dan Danau Kelimutu yang menjadi destinasi wisata unggulan di Pulau Flores pun mulai dibanjiri wisatawan, meskipun ada pembatasan jumlah kunjungan disesuaikan dengan protokol kesehatan.

“Sudah mulai bergeliat namun hanya wisatawan lokal saja yang mulai ramai mengunjungi berbagai tempat wisata termasuk ke Danau Kelimutu,” kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi NTT, Agustinus Manua Bataona saat ditemui Cendana News di rumahnya,Minggu (11/10/2020).

Agustinus katakan, untuk TNK memang kunjungan wisatawan domestik sudah mulai ada namun jumlahnya sangat terbatas, dan saat ini ada beberapa acara dari kementerian yang diselenggarakan di Labuan Bajo.

Dirinya mencontohkan adanya perjalanan wisata dari rombongan youtuber, artis dan blogger serta nitizen yang dibawa oleh Kementrian pariwisata untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata di Pulau Flores.

“Memang diharapkan dengan kunjungan dari rombongan ini maka mereka bisa mempromosikan destinasi wisata sehingga wisatawan sudah mulai berkunjung ke Pulau Flores dan sektor pariwisata mulai bergeliat,” ungkapnya.

Agustinus mengaku dampak positif dari merebaknya wabah Corona yakni beberapa destinasi wisata menjadi lebih bersih dan udaranya pun lebih segar karena tidak dikunjungi.

Situasi sepinya destinasi wisata kata dia membuat pengelola tempat wisata memiliki banyak waktu luang untuk melakukan penataan dan pembenahan guna mempersiapkan diri menyambut membanjirnya wisatawan yang diperkirakan akan terjadi tahun 2021 nanti.

“Memang ada dampak positif dan negatif dengan adanya pandemi Corona. Saat snorkling di Labuan Bajo saya menyaksikan alam bawah lautnya lebih indah dan bersih.

Sementara itu Endi Dinong salah seorang pemilik destinasi wisata lokal Pantai Kita di Belang, Kelurahan Wailiti, Kota Maumere mengaku kunjungan masyarakat lokal ke pantai wisatanya memang meningkat sejak bulan Agustus 2020 lalu.

Endi menyebutkan, meski demikian dirinya tetap menghimbau agar pengunjung tetap memperhatikan protokol kesehatan dan jangan berkerumun sehingga banyak yang memilih menyewa lopo atau tempat beristirahat.

“Kami juga menyediakan tempat sampah sehingga pengunjung tidak membuang sampah sembarangan. Kami juga siapkan petugas untuk memantau mereka sebab ada yang mandi di laut dan kami siapkan pelampung dan jaket juga,” ungkapnya.

Lihat juga...