Pasar Tiban Dibatasi, Penjual di Banyumas Manfaatkan Lokasi Keramaian

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Sejak pandemi Covid-19, kegiatan pasar tiban yang dilakukan di fasilitas-fasilitas umum seperti GOR Satria, taman kota dan tempat lainnya ditutup. Saat ini Banyumas sudah memperbolehkan untuk dibuka kembali, namun jumlah pedagang dan pengunjung dibatasi. Sehingga para pedagang kaki lima yang tidak mendapatkan tempat berjualan, memilih untuk berjualan di lokasi keramaian lain.

Seperti yang dilakukan Saras, warga Purwokerto. Sebelum pandemi, ia berjualan minuman di kawasan GOR Satria. Namun, sudah dua pekan ini ia memilih untuk berjualan di Alun-Alun Purwokerto saat ada keramaian, seperti aksi unjuk rasa ataupun acara lainnya.

“Kalau berjualan di Alun-Alun Purwokerto kan tidak diperbolehkan, jadi saya memanfaatkan pas ada acara keramaian saja, seperti doa bersama para santri kemarin dan hari ini ada aksi unjuk rasa, jadi saya berjualan lagi,” tuturnya, Selasa (27/10/2020).

Saras yang berjualan minuman ini mengaku meraup keuntungan cukup banyak dari momen-momen keramaian di Alun-Alun Purwokerto. Terlebih akhir-akhir ini sering ada keramaian di pusat Kota Purwokerto tersebut.

“Memang tidak bisa berjualan setiap hari, tetapi pada saat berjualan pasti dagangan habis, bahkan saya sampai menambah stok minuman,” katanya.

Menurut Saras, untuk kembali berjualan di kawasan GOR Satria, banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Selain itu, jumlah pedagang juga dibatasi hanya 50 persen dari jumlah pedagang yang biasa mangkal di lokasi tersebut, karena harus menerapkan social distancing.

“Tidak hanya jumlah pedagang yang dibatasi, jumlah pengunjung juga dibatasi, jadi penjualan bisa dipastikan menurun,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait pengaturan kegiatan pasar tiban. Dalam SE Bupati Nomor 360/4848/2020 tentang Perpanjangan Ketiga Seruan dan Peringatan Pencegahan Covid -19 disebutkan, untuk kegiatan pasar tiban di fasilitas umum, jumlah pedagang dan pengunjung dibatasi hanya 50 persen.

Selain itu, pihak paguyuban pedagang juga harus mengajukan permohonan surat rekomendasi kepada bupati serta membentuk satuan tugas penanganan Covid-19 di lokasi pasar tiban tersebut. Tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun juga harus disediakan.

“Pasar tiban itu yang biasanya digelar hari minggu di fasilitas umum, seperti di Jalan Prof, Soeharso depan GOR Satria Purwokerto, kemudian taman kota Sumpiuh, Alun-Alun Banyumas, Alun-Alun Jatilawang dan lainnya. Karena jumlah pedagang dan pengunjung sangat banyak, maka kita atur hanya 50 persen, karena harus menjaga jarak,” kata Husein.

Lihat juga...