Pastor Minta Umat Hindari Zona Merah dan Terapkan Prokes

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Ditetapkannya wilayah Bandar Lampung, Lampung sebagai zona merah berimbas pada aktivitas ibadah umat Katolik. Meski tetap melakukan perayaan Ekaristi senja, protokol kesehatan (prokes) diterapkan dengan ketat. Pastor Bernardus Hariyanto Silaban, Pr menyebut, umat diminta menghindari bepergian ke zona merah.

Sejumlah gereja di zona merah pada Keuskupan Tanjungkarang sebutnya, sementara tidak menggelar peribadatan. Sebagai gantinya ibadah dilakukan secara dalam jaringan (daring). Sejak 27 Oktober 2020 pastor Bernardus Hariyanto Silaban menyebut, sejumlah gereja paroki di antaranya Ratu Damai, Katedral, Kedaton, Santo Petrus Panjang dan sejumlah gereja Katolik tutup.

Surat edaran bernomor 07/PRD/IV/2020 diberlakukan untuk penutupan ibadah. Sebelumnya ibadah dilakukan dengan sistem lingkungan untuk membatasi jumlah umat. Selama masa liburan panjang umat yang tidak memiliki kepentingan mendesak dianjurkan agar tetap berada di rumah. Kegiatan ibadah daring dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Gereja ikut mendukung upaya gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 sehingga akan melakukan ibadah Ekaristi menyesuaikan kondisi. Di wilayah zona hijau unit pastoral Bakauheni, Lampung Selatan ibadah tetap dilakukan langsung dengan prokes ketat,” terang pastor Bernardus Hariyanto Silaban, Pr di gereja Santo Petrus dan Paulus, Pasuruan, Jumat petang (30/10/2020).

Pastor Bernardus Hariyanto Silaban, Pr, memimpin ekaristi senja yang dilakukan dengan protokol kesehatan di gereja Santo Petrus dan Paulus Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Jumat petang (30/10/2020) – Foto: Henk Widi

Saat perayaan ekaristi senja di gereja Santo Petrus dan Paulus, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, pastor Ucok sapaan akrabnya meminta umat mendukung pencegahan Covid-19.

Langkah menjaga kesehatan dengan peningkatan stamina tubuh dilakukan agar tidak terpapar penyakit corona. Setiap orang sebutnya harus memposisikan dirinya sebagai orang tanpa gejala (OTG) bagi orang lain.

Saat libur panjang, sejumlah anggota keluarga yang berasal dari zona merah wajib melakukan karantina mandiri. Pastor Bernardus Hariyanto Silaban menyebut, telah menjalani masa karantina mandiri selama dua pekan. Kerap melakukan perjalanan ke zona merah ia memastikan menjaga stamina tubuh jadi hal wajib yang harus dilakukan.

“Saat ini kebiasaan baru telah dijalankan dalam aktivitas di gereja dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” paparnya.

Pada gereja Santo Petrus dan Paulus ia menyebut, disediakan sejumlah tempat cuci tangan. Umat yang mengikuti jadwal ibadah setiap pekan wajib memakai masker, menjaga jarak yang telah ditentukan serta membawa penyanitasi tangan (hand sanitizer).

Liturgi ibadah ekaristi yang kerap diiringi nyanyian selama masa new normal ditiadakan termasuk salam damai berjabat tangan.

Dalam homili atau khotbahnya pastor Bernardus berharap umat bisa rutin memantau informasi terkini. Sebab perkembangan teknologi bisa dimanfaatkan untuk mencari informasi perkembangan Covid-19. Selain itu umat diminta untuk tidak mudah menyebarkan kabar bohong (hoaks) berkaitan dengan penyakit Covid-19.

“Langkah terbaik dengan memperbanyak aktivitas di rumah, jauhi zona merah dan perkuat imunitas tubuh dengan makanan sehat,” tegasnya.

Usoli, salah satu petugas pemindai suhu tubuh di gereja Santo Petrus dan Paulus menyebut, setiap umat dipastikan dalam kondisi sehat. Sebelum memasuki area gereja umat diwajibkan untuk mencuci tangan dengan air mengalir memakai sabun. Pengaturan tempat duduk bagi umat telah dilakukan dengan pemberian tanda silang di kursi.

Petugas melakukan pemindaian suhu tubuh bagi umat Katolik yang akan mengikuti ekaristi di gereja Santo Petrus dan Paulus, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Jumat petang (30/10/2020) – Foto: Henk Widi

“Selain di lantai dasar saat jumlah umat banyak, bisa memakai lantai dua saat perayaan ekaristi,” bebernya.

Usoli menyebut, umat stasi Santo Petrus dan Paulus berasal dari dua desa. Meski berasal dari dua desa standar protokol kesehatan bagi umat diperketat.

Setiap umat yang datang sebutnya kini hanya diperbolehkan mengumpulkan kolekte dengan uang setelah mencuci tangan. Pengambilan hosti atau roti akan dilakukan petugas memakai sendok menghindari kontak fisik dengan umat.

Aktivitas ibadah ekaristi yang terjadwal sebutnya, masih dilakukan sebab wilayah Penengahan masih berstatus zona hijau. Pihak gereja akan mengikuti protokol kesehatan dan anjuran dari tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Sempat ditutup selama tiga bulan ia memastikan, aktivitas ibadah yang kembali digelar mematuhi protokol kesehatan.

Lihat juga...