PAUD Restorasi di Sikka Bekali Wali Murid Bibit Tanaman

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE —Pengelola PAUD Restorasi di Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), membekali para orangtua atau wali murid bibit tanaman sayuran dan anjing peliharaan untuk  dijual guna membeli seragam dan perlengkapan sekolah.

“Kami diberi bibit sayur kangkung oleh pengelola sekolah untuk kami tanam,”  sebut orangtua murid PAUD Restorasi, Bernadeta Weta saat ditemui Cendana News di rumahnya, Jumat (23/10/2020).

Weta sapaannya mengatakan, uang hasil penjualan sayur bisa dipergunakan untuk membeli perlengkapan sekolah anak dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ia sebutkan, bibit sayur kangkung yang didapat secara gratis tersebut akhirnya ditanam di bedeng-bedeng sayur yang dibuat di sekitar pekarangan rumah mereka dan di tanah kosong.

“Uangnya lumayan banyak sehingga kami bisa terbantu. Tahun ini juga kami diwajibkan setiap bulan menabung Rp50 ribu untuk biaya kuliah anak nantinya sehingga sejak dini kami sudah siapkan biayanya,” terangnya.

Bernadeta Weta saat ditemui di rumahnya di Patisomba, Jumat (23/10/2020). -Foto : Ebed de Rosary

Weta mengaku anaknya mempunyai keinginan sendiri bersekolah di PAUD ini dan dirinya menilai pendidikan di sekolah ini pun baik di mana cara guru-gurunya mendidik juga bagus.

Ditambahkannya, setiap hari orang tua wajib memberikan uang Rp1.000 kepada anak dan memberitahukannya agar uagnya ditabung di sekolah tetapi terkadang anak tidak menabung dan uangnya dipergunakan untuk jajan.

“Orangtua dan guru pun dilarang untuk memarahi anak sebab anak harus dibiasakan untuk mempunyai kesadaran sendiri untuk menabung. Anak saya juga sudah bisa mengenal huruf dan menulis angka,” ungkapnya.

Weta mengaku tahun 2019,anaknya hanya mempunyai tabungan Rp.50 ribu sehingga orang tua harus menambah uang agar bisa membelikan seragam sekolah dan perlengkapan anak.

Dia pun senang anaknya ada perubahan perilaku menjadi lebih baik setelah bersekolah di PAUD Restorasi dimana orang tua pun merasa senang karena tidak dipungut bayaran.

“Saya harapkan agar ke depannya sekolah ini bisa lebih bagus lagi. Kami juag bersyukur ada donatur yang mau membangun sendiri gedung sekolah yang baru sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih aman dan nyaman,” ucapnya.

Pengelola PAUD Restorasi, Remigius Nong saat ditanyai mengaku ada donatur mau memberi uang tetapi dirinya meminta untuk dikasih bibit sayuran saja sehingga bisa dibagikan kepada orangtua dan guru untuk ditanam.

Remi sapaannya mengaku, dirinya sudah mengurus izin pendirian sekolah di Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO), namun ada saja alasan yang dikemukakan dan mungkin dengan niat agar PAUD-nya tidak beroperasi.

“Saya katakan, kalau seminggu saya harus bolak-balik mengurus izin di kantor dinas lebih baik saya mengajar karena waktu saya terbuang dan anak-anak dikorbankan,” tegasnya.

“Selama pandemi corona kami melaksanakan kegiatan belajar dari rumah. Saya terbiasa mempunyai konsep memberdayakan orang untuk melakukan hal-hal yang baik sehingga orangtua murid dan guru dianjurkan menanam sayuran,” ucapnya.

Remi mengatakan, dengan begitu selain mendidik anak sekolah, orangtua murid juga harus diberdayakan di mana dirinya memiliki prinsip melatih anak murid dan merangsang orangtua untuk melakukan hal-hal positif.

“Kami mendidik supaya anak-anak punya keinginan sendiri untuk menabung dan bila tidak ditabung maka guru juga tidak meminta. Kami ingin anak-anak nyaman dan bisa masuk sekolah,” terangnya.

Lihat juga...