PAUD Restorasi di Sikka Optimalkan Pembangunan Sarana Pembelajaran

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Selama hampir 3 tahun berjalan tanpa ada subsidi dari Pemerintah Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Restorasi akhirnya mendapatkan subsidi pembangunan gedung sekolah oleh donatur dari Jakarta yang selalu membantu membangun gedung sekolah. PAUD Restorasi di Sikka pun mengoptimalkan pembangunan sarana pembelajaran.

Namun pihak donatur tidak memberikan dana, tetapi langsung membawa tenaga kerja dan membangun sekolah tersebut. Setelah sebelumnya melihat secara langsung proses belajar mengajar di sekolah tersebut yang didirikan dari uang pribadi.

“Ada beberapa sekolah yang direkomendasikan oleh pemerintah, tetapi tidak memenuhi syarat. Saat rehat, petugas survei mencari data di internet dan menemukan sekolah kami,” kata Remigius Nong, Pendiri PAUD Restorasi di Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, saat ditemui Cendana News di sekolahnya, Kamis (22/10/2020).

Pendiri PAUD Restorasi di Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, Remigius Nong, saat ditemui di sekolahnya, Kamis (22/10/2020). Foto: Ebed de Rosary

Remi sapaannya, mengatakan, saat melihat nama sekolahnya di mesin pencari google, tim survei pun mendatangi sekolah tersebut dan meminta izin untuk melihat proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.

Ditambahkannya, tim pun heran melihat kondisi sekolah yang sederhana dan menumpang di rumah salah satu warga. Di dalam ruangan terdapat botol-botol plastik yang digantung di dinding.

“Tim survei pun heran melihat di dalam botol tersebut ada sejumlah uang pecahan seribu rupiah. Guru saya menjelaskan bahwa botol plastik tersebut semacam tabungan dari para murid. Uangnya setahun sekali dihitung untuk dibelikan seragam sekolah,” ungkapnya.

Remi menyebutkan, tim survei pun heran dan akhirnya meminta nomor telepon dirinya dan menghubunginya. Memberikan kabar bahwa mereka tertarik membangun sekolah tersebut agar jadi permanen, dan pihaknya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun.

Dilanjutkannya, akhirnya donatur membangun sekolah tersebut yang saat ini sedang tahap penyelesaian. Nantinya pada bulan Oktober 2020 akan diserahterimakan kepada pihak pengelola sekolah.

“Saya juga kaget, kenapa sekolah kami dipilih. Padahal kami belum mendapatkan izin operasional dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka. Saya bersyukur sekolah kami mendapatkan subsidi sehingga para murid bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.

Salah seorang guru di PAUD Restorasi, Maria Wilhelmina Lenga, mengaku bangga, sekolahnya merupakan sekolah pertama di Kabupaten Sikka yang terpilih untuk mendapatkan subsidi pembangunan gedung sekolah oleh donatur.

Menurut Helmi sapaannya, meskipun tidak mendapatkan gaji, dirinya mengaku tetap akan mengajar di sekolah tersebut agar murid yang orang tua mereka petani bisa menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut. Supaya bisa memiliki bekal untuk memasuki jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD).

“Saya senang bisa mengajar di sekolah ini dan kini mendapatkan subsidi pembangunan gedung sekolah oleh donatur. Selama dua tahun mengajar, saya merasa senang perjuangan kami selama ini bisa membuahkan hasil, sehingga anak-anak bisa lulus. Gedung sekolah pun bisa mendapatkan perhatian pihak lain,” ungkapnya.

Lihat juga...