Pecel Gemblong Alternatif Menu Sarapan Menyehatkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Mengonsumsi sayuran hijau kaya serat jadi anjuran untuk menjaga kesehatan tubuh. Pecel, salah satunya, merupakan kuliner berbahan sayuran yang akrab bagi warga pedesaan.

Supami Eva, warga Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah menyebut, berkreasi dengan gemblong atau jadah sebagai pelengkap menikmati pecel.

Supami Eva, menikmati kelezatan pecel dengan gemblong atau jadah ketan putih di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, Sabtu (3/10/2020) – Foto: Henk Widi

Pecel yang umumnya kerap disantap dengan nasi atau lontong dikreasikan dengan gemblong atau jadah ketan.

Pemilihan jadah sebutnya, cocok jadi menu sarapan kala pagi hari karena lebih cepat mengenyangkan. Rasa gurih gemblong ketan putih  berpadu dengan bumbu kacang pada sayuran.

Bahan-bahan pembuatan pecel gemblong sebut Supami Eva, cukup sederhana. Seperti pada umumnya pembuatan pecel ia harus menyiapkan bahan utama sayuran. Jenis sayuran yang digunakan sesuai selera meliputi sawi, kacang panjang, slobor, bayam dan kecambah. Semua sayuran tersebut cukup dimasak hanya dengan proses perebusan.

“Pecel sebetulnya varian salad, sayuran ala etnis Jawa yang merupakan warisan tradisi kuliner. Proses pembuatannya praktis dan mudah, varian bumbu kacang menjadi kunci kelezatan pecel yang akan disajikan,” terang Supami Eva, saat ditemui Cendana News di rumahnya, Sabtu (3/10/2020).

Di Lampung Timur tempat tinggalnya, Supami Eva mengaku mudah mendapatkan sayuran bahan pecel. Jenis sayuran yang ditanam secara organik menjadi pilihan baginya untuk menciptakan sajian pecel yang lezat.

Ia mengaku terbiasa mengonsumsi sayuran dalam kondisi cuaca kemarau. Sebab berbagai jenis sayuran memiliki kandungan air yang cukup baik untuk tubuh.

Setelah semua bahan sayuran disiapkan ia akan membersihkannya dengan mencuci pada air mengalir. Langkah tersebut menghindari residu bahan kimia yang berpotensi digunakan petani.

Mencuci dengan air mengalir jadi cara untuk mendapatkan bahan pecel yang bersih untuk dikonsumsi. Proses perendaman sayuran dengan air bersih selalu dilakukan.

“Usai direndam dengan air sayuran dicuci lagi selanjutnya direbus pada air mendidih hingga matang,” bebernya.

Menjaga agar nilai gizi tetap utuh, proses perebusan sayuran sebut Supami Eva dilakukan selama 15 menit. Nilai gizi sayuran sebutnya masih tetap akan utuh tanpa harus dimasak dengan suhu yang panas.

Perebusan dilakukan bertahap dari sayuran yang keras hingga lunak. Kacang panjang, kecipir, buncis kerap direbus lebih lama. Jenis sawi, bayam dan kecambah atau tauge direbus terakhir.

Semua bahan sayuran akan diletakkan dalam wadah saringan agar air menetes. Sembari menunggu sayuran dingin pembuatan bumbu pecel bisa dilakukan.

Suminah, salah satu kerabat yang membantu pembuatan pecel menyebut menyiapkan bahan utama kacang tanah dan cabai rawit. Kacang tanah yang telah digoreng dihaluskan bersama cabai rawit, penyedap rasa.

Suminah, salah satu kerabat Supami Eva menghaluskan bumbu kacang untuk racikan bumbu pecel di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, Sabtu (3/10/2020) – Foto: Henk Widi

“Sambal kacang untuk bumbu pecel kerap akan dibuat kering lalu akan diencerkan dengan air ketika akan dicampur sayuran,” papar Suminah.

Kelezatan pecel sebutnya erat dengan penyiapan bumbu atau sambal. Sebagai penyedap ia kerap menambahkan jinten, kencur, daun jeruk. Aroma wangi tambahan bumbu tersebut akan menambah selera saat mengonsumsi. Bahan yang diulek memakai cobek juga menjadi kunci kelezatan sambal pecel yang dibuat.

Peracikan pecel yang tepat akan menjadi sumber kelezatan. Selain menyiapkan bumbu dan berbagai sayuran ia juga telah menyiapkan gemblong atau jadah. Gemblong kerap sudah disiapkan sehari sebelumnya karena butuh proses lama untuk membuatnya. Ketan yang telah direbus akan ditumbuk pada lumpang, dihaluskan lalu diiris kubus.

“Campuran kelapa pada gemblong menjadi tips untuk menciptakan rasa gurih sehingga cocok untuk dinikmati bersama pecel,” terang Suminah.

Gemblong akan dikukus terlebih dahulu sebelum disajikan agar lebih hangat. Usai semua bahan pecel siap, proses peracikan bisa dilakukan dengan gemblong disiapkan pada piring yang tersedia.

Sayuran diletakkan pada atas gemblong lalu ditaburi dengan bumbu pecel yang telah diencerkan. Semua bahan akan diaduk sehingga bumbu bisa meresap sempurna.

Supami Eva yang menyukai pecel untuk menu sarapan mengaku, sesekali menikmati dengan gemblong. Awal masa panen membuat ia menyiapkan gemblong pecel bagi para pekerja yang sedang panen padi di sawah. Gemblong dari ketan kerap jadi menu sarapan dan semakin lezat saat dipadukan bersama pecel.

Rasa gurih gemblong berpadu dengan kelezatan rasa sambal dan sayuran menyegarkan. Meski pecel kerap disajikan memakai nasi dan lontong, sajian gemblong ketan jadi kreasi yang berbeda. Memakan gemblong sebutnya, cukup mengenyangkan karena dibuat menjadi padat dengan cara dihaluskan, cocok untuk menyiapkan energi sebelum bekerja.

Lihat juga...