Pecel, Makanan Kaya Vitamin dan Tanpa Pengawet

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Mengkonsumsi sayuran sangat disarankan untuk menjaga kesehatan, terlebih di tengah pandemi Covid-19. Karenanya, pecel menjadi makanan yang banyak diburu berbagai kalangan.

Penggemar pecel, Eviyanti di Purwokerto, Sabtu (31/10/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Selain banyak mengandung vitamin, juga mudah ditemukan, hampir semua daerah terdapat pecel dengan kekhasan masing-masing. Di Kabupaten Banyumas misalnya, kekhasan ada pada racikan bumbunya yang menggunakan kencul dan daun jeruk serta terasi.

Bumbu kemasan juga banyak dijual, dengan berbagai tingkatan kepedasan, ada yang super pedas, sedang dan ada juga yang tidak pedas sama sekali. Bumbu pecel ini tanpa bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi.

Salah satu penggemar, Eviyanti mengatakan, ia menyukai menu sayuran dan dalam hidangan pecel, banyak terdapat sayuran seperti taoge, kacang panjang, sawi, kangkung dan lain-lain.

“Pecel itu, makanan yang sehat, mudah ditemukan, murah, tanpa bahan pengawet dan kandungan vitamin serta gizinya banyak,” tuturnya, Sabtu (31/10/2020).

Orang Banyumas biasanya melengkapi hidangan pecel dengan mendoan dan peyek atau kerupuk. Selain itu, juga dilengkapi dengan potongan tahu yang digoreng setengah matang.

Berbagai vitamin yang terkandung antara lain vitamin E yang terdapat pada taoge. Taoge juga mengandung antioksidan tinggi serta vitamin B yang membantu metabolisme tubuh. Kacang panjang juga sangat disarankan untuk dikonsumsi penderita diabetes, karena dapat menurunkan gula darah.

Lebih lanjut Eviyanti menuturkan, perbedaan pecel adalah pada bumbu yang disajikan. Bumbu juga menjadi ukuran kelezatan. Bumbu terbuat dari kacang tanah yang digoreng kemudian dihaluskan dengan disertai aneka bumbu, seperti bawang putih, cabai, kencur, terasi, daun jeruk, gula merah dan sedikit garam. Setelah halus dan tercampur rata, bumbu diberi sedikit air dan kemudian disiramkan di atas aneka sayuran yang sudah direbus.

Eviyanti mengaku lebih suka memasak sendiri pecel, karena bisa memilih jenis sayuran yang disukainya. Untuk bumbu, bisa dibeli atau juga dibuat sendiri.

Salah satu penjual pecel di Kota Purwokerto, Bu Sigit mengatakan, untuk satu porsi tanpa nasi, ia menjual dengan harga Rp 7.000. Jika dilengkapi dengan nasi, satu porsi harganya Rp 10.000. Dalam satu hari, ia bisa menjual hingga 50 porsi lebih nasi pecel.

“Kalau pecel, siang sedikit sudah habis, karena banyak yang beli untuk sarapan dan saya memang tidak menyediakan dalam porsi yang banyak, supaya sayurannya masih tetap segar saat dimakan,” katanya.

Lihat juga...